Slovenia Larang Netanyahu Masuk Negaranya, Sebut Surat Perintah Penangkapan ICC
Jum'at, 26 September 2025 - 18:56 WIB
loading...
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu
A
A
A
LJUBLJANA - Slovenia pada hari Kamis (25/9/2025) menyatakan akan melarang Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memasuki negara Uni Eropa (UE) tersebut untuk menegaskan pembelaannya terhadap hukum internasional.
“Keputusan tersebut terkait dengan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap perdana menteri Israel,” ungkap pejabat Kementerian Luar Negeri Slovenia Neva Grasic, menurut kantor berita resmi STA.
Negara Uni Eropa berpenduduk sekitar 2 juta jiwa ini, yang mengakui negara Palestina tahun lalu, telah menjadi kritikus vokal atas tindakan Israel di Gaza dan tindakan pada hari Kamis terhadap Netanyahu tampaknya dirancang untuk menegaskan kebijakan negara tersebut.
Slovenia sebelumnya telah melarang Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich memasuki negara tersebut dan memberlakukan embargo senjata terhadap Israel.
“Semua negara yang terikat oleh ICC, termasuk Slovenia, tidak boleh mengakui situasi yang diakibatkan oleh kehadiran ilegal Israel di wilayah Palestina yang diduduki, dan tidak boleh menawarkan dukungan apa pun untuk mempertahankan situasi ini,” tambahnya.
Pemerintah Slovenia menyatakan di X bahwa, “Keputusan tersebut mengirimkan pesan yang jelas kepada negara Israel bahwa Slovenia mengharapkan penghormatan yang konsisten terhadap keputusan pengadilan internasional dan hukum humaniter internasional."
“Dengan demikian, Slovenia meneguhkan komitmennya terhadap hukum internasional, nilai-nilai universal hak asasi manusia, dan kebijakan luar negeri yang berprinsip dan konsisten," tambah pemerintah.
Baca juga: Trump Tawarkan 21 Poin untuk Akhiri Genosida Secara Permanen, Cabut Rencana Gaza Riviera
“Keputusan tersebut terkait dengan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap perdana menteri Israel,” ungkap pejabat Kementerian Luar Negeri Slovenia Neva Grasic, menurut kantor berita resmi STA.
Negara Uni Eropa berpenduduk sekitar 2 juta jiwa ini, yang mengakui negara Palestina tahun lalu, telah menjadi kritikus vokal atas tindakan Israel di Gaza dan tindakan pada hari Kamis terhadap Netanyahu tampaknya dirancang untuk menegaskan kebijakan negara tersebut.
Slovenia sebelumnya telah melarang Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich memasuki negara tersebut dan memberlakukan embargo senjata terhadap Israel.
“Semua negara yang terikat oleh ICC, termasuk Slovenia, tidak boleh mengakui situasi yang diakibatkan oleh kehadiran ilegal Israel di wilayah Palestina yang diduduki, dan tidak boleh menawarkan dukungan apa pun untuk mempertahankan situasi ini,” tambahnya.
Pemerintah Slovenia menyatakan di X bahwa, “Keputusan tersebut mengirimkan pesan yang jelas kepada negara Israel bahwa Slovenia mengharapkan penghormatan yang konsisten terhadap keputusan pengadilan internasional dan hukum humaniter internasional."
“Dengan demikian, Slovenia meneguhkan komitmennya terhadap hukum internasional, nilai-nilai universal hak asasi manusia, dan kebijakan luar negeri yang berprinsip dan konsisten," tambah pemerintah.
Baca juga: Trump Tawarkan 21 Poin untuk Akhiri Genosida Secara Permanen, Cabut Rencana Gaza Riviera
(sya)
Lihat Juga :