Sempat Bikin China Marah, Kapal Induk Inggris Muncul Lagi di Dekat Indonesia
Selasa, 23 September 2025 - 15:29 WIB
loading...
Kapal induk Inggris, HMS Prince of Wales, muncul lagi di Singapura setelah membuat China marah karena beroperasi di Laut China Selatan dan Selat Taiwan. Foto/Kementerian Pertahanan Kerajaan Inggris
A
A
A
SINGAPURA - Kapal induk Inggris, HMS Prince of Wales, muncul kembali di Singapura yang berdekatan dengan Indonesia. Kapal raksasa tersebut sempat membuat China marah karena sebelumnya beroperasi di Laut China Selatan yang disengketakan dan di Selat Taiwan.
"Setelah melewati Laut China Selatan, senang rasanya kami bisa kembali ke Singapura," kata Kelompok Tempur Kapal Induk Inggris (UKCSG) yang dilansir Portsmouth, Selasa (23/9/2025).
HMS Prince of Wales berada di kawasan tersebut dalam misi "Operasi Highmast".
Baca Juga: Baca Juga: Kapal Induk Inggris dan 4 Jet Tempur Siluman F-35 Jepang Unjuk Kekuatan di Dekat Rusia
Beijing sebelumnya mengintai kapal induk tersebut karena beroperasi di Laut China Selatan dan Selat Taiwan. HMS Richmond, fregat Tipe 23 yang tergabung dalam UKCSG, melewati Selat Taiwan bersama kapal perusak Amerika Serikat, USS Higgins, minggu lalu.
Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China menuduh Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan AS sebagai pihak yang "pembuat onar dan provokasi".
“Saya ingin mengingatkan pihak Inggris bahwa hak dan kepentingan China di Laut China Selatan telah ditetapkan dalam sejarah yang panjang dan memiliki dasar hukum yang kuat,” kata komando tersebut.
Kementerian Pertahanan Kerajaan Inggris sebelumnya menyatakan, "Angkatan Laut Kerajaan beroperasi dengan sepenuhnya mematuhi hukum dan norma internasional, serta menjalankan hak kebebasan navigasi sesuai dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS)."
Angkatan Laut Kerajaan Inggris secara rutin berpatroli di perairan Pasifik dan di tempat lain untuk menegakkan kebebasan navigasi bagi semua pelaut berdasarkan UNCLOS. Putusan tahun 2016 dari Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag, Belanda, menyatakan bahwa Laut China Selatan diatur oleh hukum maritim internasional, termasuk prinsip kebebasan navigasi.
Setibanya HMS Prince of Wales di Singapura, sebuah konferensi pers diadakan untuk membahas pengerahan sejauh ini dan Latihan Bersama Lima Negara yang akan datang, yang merupakan bagian dari Pengaturan Pertahanan Lima Negara. Akun media sosial UK In Singapore menyatakan bahwa kunjungan tersebut memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
"Setelah melewati Laut China Selatan, senang rasanya kami bisa kembali ke Singapura," kata Kelompok Tempur Kapal Induk Inggris (UKCSG) yang dilansir Portsmouth, Selasa (23/9/2025).
HMS Prince of Wales berada di kawasan tersebut dalam misi "Operasi Highmast".
Baca Juga: Baca Juga: Kapal Induk Inggris dan 4 Jet Tempur Siluman F-35 Jepang Unjuk Kekuatan di Dekat Rusia
Beijing sebelumnya mengintai kapal induk tersebut karena beroperasi di Laut China Selatan dan Selat Taiwan. HMS Richmond, fregat Tipe 23 yang tergabung dalam UKCSG, melewati Selat Taiwan bersama kapal perusak Amerika Serikat, USS Higgins, minggu lalu.
Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China menuduh Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan AS sebagai pihak yang "pembuat onar dan provokasi".
“Saya ingin mengingatkan pihak Inggris bahwa hak dan kepentingan China di Laut China Selatan telah ditetapkan dalam sejarah yang panjang dan memiliki dasar hukum yang kuat,” kata komando tersebut.
Kementerian Pertahanan Kerajaan Inggris sebelumnya menyatakan, "Angkatan Laut Kerajaan beroperasi dengan sepenuhnya mematuhi hukum dan norma internasional, serta menjalankan hak kebebasan navigasi sesuai dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS)."
Angkatan Laut Kerajaan Inggris secara rutin berpatroli di perairan Pasifik dan di tempat lain untuk menegakkan kebebasan navigasi bagi semua pelaut berdasarkan UNCLOS. Putusan tahun 2016 dari Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag, Belanda, menyatakan bahwa Laut China Selatan diatur oleh hukum maritim internasional, termasuk prinsip kebebasan navigasi.
Setibanya HMS Prince of Wales di Singapura, sebuah konferensi pers diadakan untuk membahas pengerahan sejauh ini dan Latihan Bersama Lima Negara yang akan datang, yang merupakan bagian dari Pengaturan Pertahanan Lima Negara. Akun media sosial UK In Singapore menyatakan bahwa kunjungan tersebut memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
(mas)
Lihat Juga :