Jengkel Terus Diserang Rudal Yaman, Israel Ancam Luncurkan Tulah-Tulah Alkitabiah terhadap Houthi
Kamis, 04 September 2025 - 20:45 WIB
loading...
Houthi memamerkan rudal dalam parade militer di Yaman. Foto/media houthi
A
A
A
TEL AVIV - Menteri Pertahanan Israel berjanji menjatuhkan 10 tulah Alkitabiah Mesir kepada pejuang Houthi Yaman. Ancaman tersebut dilontarkan oleh Israel Katz di media sosial pada hari Kamis (4/9/2025) di tengah laporan bahwa Houthi yang didukung Iran telah meningkatkan serangan rudal mereka terhadap Israel.
Pasukan pejuang Yaman telah melanjutkan serangan sebagai balasan atas pembunuhan Perdana Menteri Ahmed Ghaleb al-Rahawi dan beberapa pejabat senior pekan lalu.
"Houthi kembali menembakkan rudal ke Israel. Tulah kegelapan, tulah anak sulung – kami akan menggenapi 10 tulah," tulis Katz dalam bahasa Ibrani pada X, seiring meningkatnya ketegangan antara negaranya dan kelompok Yaman tersebut.
Sebelumnya pada hari Kamis, militer Israel mengatakan satu rudal yang ditembakkan dari Yaman telah menghantam wilayah luar Israel. Sehari sebelumnya, militer melaporkan telah mencegat dua rudal Houthi.
Kelompok Yaman tersebut pada hari Senin mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal di Laut Merah yang menghantam kapal tanker milik Israel, Scarlet Ray.
Ancaman Katz merujuk pada 10 bencana yang menurut Kitab Keluaran di Alkitab ditimpakan kepada Mesir oleh Tuhan untuk meyakinkan firaun agar membebaskan orang-orang Israel yang diperbudak.
Houthi telah melancarkan berbagai serangan pesawat tak berawak dan rudal terhadap Israel, dengan alasan peluncuran tersebut untuk mendukung Palestina, sejak perang Gaza meletus pada Oktober 2023.
Kelompok tersebut, yang menguasai wilayah Yaman yang luas, juga melancarkan kampanye yang menargetkan pelayaran internasional di Laut Merah, rute vital bagi perdagangan global.
Hal itu menyebabkan Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terpadu terhadap wilayah Yaman yang diduduki Houthi awal tahun ini.
Pada bulan Mei, Oman menjadi perantara gencatan senjata antara AS dan Houthi, yang menyebabkan Washington menghentikan kampanye pengeboman hariannya.
Namun, kelompok tersebut mengatakan perjanjian tersebut tidak mencakup operasi melawan Israel, dan terus melancarkan serangan.
Sebagai balasannya, Israel telah melancarkan beberapa putaran serangan di Yaman, menargetkan pelabuhan-pelabuhan yang dikuasai Houthi serta ibu kota yang dikuasai pemberontak, Sanaa.
Sepekan yang lalu, serangan udara Israel menewaskan al-Rahawi, sembilan menterinya, dan dua tokoh Houthi lainnya.
Baca juga: Israel Luncurkan Serangan Tahap Kedua untuk Duduki Kota Gaza
Pasukan pejuang Yaman telah melanjutkan serangan sebagai balasan atas pembunuhan Perdana Menteri Ahmed Ghaleb al-Rahawi dan beberapa pejabat senior pekan lalu.
"Houthi kembali menembakkan rudal ke Israel. Tulah kegelapan, tulah anak sulung – kami akan menggenapi 10 tulah," tulis Katz dalam bahasa Ibrani pada X, seiring meningkatnya ketegangan antara negaranya dan kelompok Yaman tersebut.
Sebelumnya pada hari Kamis, militer Israel mengatakan satu rudal yang ditembakkan dari Yaman telah menghantam wilayah luar Israel. Sehari sebelumnya, militer melaporkan telah mencegat dua rudal Houthi.
Kelompok Yaman tersebut pada hari Senin mengaku bertanggung jawab atas serangan rudal di Laut Merah yang menghantam kapal tanker milik Israel, Scarlet Ray.
Ancaman Katz merujuk pada 10 bencana yang menurut Kitab Keluaran di Alkitab ditimpakan kepada Mesir oleh Tuhan untuk meyakinkan firaun agar membebaskan orang-orang Israel yang diperbudak.
Houthi telah melancarkan berbagai serangan pesawat tak berawak dan rudal terhadap Israel, dengan alasan peluncuran tersebut untuk mendukung Palestina, sejak perang Gaza meletus pada Oktober 2023.
Kelompok tersebut, yang menguasai wilayah Yaman yang luas, juga melancarkan kampanye yang menargetkan pelayaran internasional di Laut Merah, rute vital bagi perdagangan global.
Hal itu menyebabkan Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terpadu terhadap wilayah Yaman yang diduduki Houthi awal tahun ini.
Pada bulan Mei, Oman menjadi perantara gencatan senjata antara AS dan Houthi, yang menyebabkan Washington menghentikan kampanye pengeboman hariannya.
Namun, kelompok tersebut mengatakan perjanjian tersebut tidak mencakup operasi melawan Israel, dan terus melancarkan serangan.
Sebagai balasannya, Israel telah melancarkan beberapa putaran serangan di Yaman, menargetkan pelabuhan-pelabuhan yang dikuasai Houthi serta ibu kota yang dikuasai pemberontak, Sanaa.
Sepekan yang lalu, serangan udara Israel menewaskan al-Rahawi, sembilan menterinya, dan dua tokoh Houthi lainnya.
Baca juga: Israel Luncurkan Serangan Tahap Kedua untuk Duduki Kota Gaza
(sya)
Lihat Juga :