Korban Tewas Akibat Kelaparan di Gaza Meningkat Jadi 367 Orang, Termasuk 131 Anak-Anak

Kamis, 04 September 2025 - 18:30 WIB
loading...
Korban Tewas Akibat...
Warga Gaza kelaparan akibat blokade bantuan kemanusiaan oleh Israel. Foto/qnn
A A A
JALUR GAZA - Enam warga Palestina meninggal dunia akibat malnutrisi dan kelaparan dalam 24 jam terakhir di Jalur Gaza, sehingga jumlah korban tewas menjadi 367, termasuk 131 anak-anak. Kabar itu diumumkan Kementerian Kesehatan Gaza pada hari Rabu (3/9/2025).

Kematian ini menambah 13 kematian yang dilaporkan pada hari Selasa, termasuk tiga anak-anak, menurut Al Jazeera Arabic, menjadikannya jumlah tertinggi yang tercatat dalam satu hari sejak dimulainya blokade kemanusiaan Israel di wilayah tersebut.

Meskipun jumlah kematian meningkat, organisasi-organisasi Palestina dan internasional mengatakan belum ada perubahan signifikan dalam menangani situasi bantuan di Jalur Gaza yang terkepung sejak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bencana kelaparan lebih dari seminggu yang lalu. Mereka mengatakan warga Palestina masih kelaparan karena kekurangan pasokan.

Kelaparan semakin parah seiring militer Israel mulai melaksanakan tahap awal rencananya untuk menginvasi dan menduduki Kota Gaza, menghancurkan seluruh blok permukiman di lingkungan Shuja'iyya, Zeitoun, dan Sabra, serta di Jabalia di Jalur Gaza utara, yang mengakibatkan ribuan penduduk mengungsi, Al Jazeera melaporkan.

Peringatan Dunia


Banyak negara dan organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan telah mengecam operasi militer Israel, memperingatkan akan terjadinya eskalasi berdarah baru dan pengungsian massal penduduk Kota Gaza yang hampir mencapai satu juta jiwa.

Dr. Mohammed Abu Salmiya, direktur Kompleks Medis Al-Shifa, memperingatkan konsekuensi dari rencana militer Israel di Jalur Gaza bagian barat, tempat lebih dari satu juta warga Palestina berdesakan dalam kondisi tragis.

Abu Salmiya mengatakan kepada Al Jazeera bahwa jika Israel melaksanakan ancamannya, Gaza bagian barat akan terjerumus ke dalam bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kelaparan Buatan Manusia


Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, mengatakan pada hari Rabu bahwa kelaparan di Gaza “bukanlah akibat kombinasi berbagai faktor, melainkan buatan manusia.”

“Sementara dunia menyaksikan, Negara Israel terus menghalangi bantuan penyelamat jiwa untuk mencapai Gaza,” ujarnya di X.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, mengatakan, “Kelaparan tersebut merupakan akibat langsung dari tindakan yang diambil oleh Pemerintah Israel.”

“Pemerintah Israel telah secara tidak sah membatasi masuknya dan distribusi bantuan kemanusiaan dan barang-barang lain yang diperlukan untuk kelangsungan hidup penduduk sipil di Jalur Gaza,” ujarnya.

Voker menekankan, “Merupakan kejahatan perang untuk menggunakan kelaparan sebagai metode peperangan, dan kematian yang diakibatkannya juga dapat dianggap sebagai kejahatan perang berupa pembunuhan yang disengaja.”

Ia mendesak otoritas Israel untuk segera mengambil langkah-langkah guna mengakhiri kelaparan “dan mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut di Jalur Gaza.”

Lebih dari 63.700 Tewas


Sejak mengingkari gencatan senjata pada 18 Maret, Israel terus melancarkan serangan udara berdarah di Jalur Gaza, menewaskan dan melukai ribuan warga Palestina.

Mulai 7 Oktober 2023, militer Israel, dengan dukungan Amerika, melancarkan perang genosida terhadap rakyat Gaza.

Serangan Israel sejauh ini telah mengakibatkan kematian lebih dari 63.700 warga Palestina, dengan lebih dari 161.000 orang terluka.

Sebagian besar penduduk telah mengungsi, dan kerusakan infrastruktur belum pernah terjadi sebelumnya sejak Perang Dunia II. Ribuan orang masih hilang.

Baca juga: Israel Luncurkan Serangan Tahap Kedua untuk Duduki Kota Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Sampaikan Amanah Prabowo,...
Sampaikan Amanah Prabowo, Wamenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji asal Aceh yang Terlilit Utang
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay: Lebih dari Olahraga, Ini Hari Bersejarah!
Rekomendasi
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Pengumuman Hasil Seleksi...
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dirilis, Cek Akun SSCASN!
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Berita Terkini
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Infografis
Korban Tewas Kebakaran...
Korban Tewas Kebakaran Los Angeles Menjadi 24 Orang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved