Fokus Kesehatan Publik, Perancis, India, dan Italia Perpanjang Lockdown

Rabu, 15 April 2020 - 09:38 WIB
loading...
Fokus Kesehatan Publik,...
Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi, memperpanjang penguncian atau lockdown secara nasional hingga 3 Mei. Kebijakan ini diterapkan karena jumlah kasus virus corona di India telah mencapai angka 10.000. Foto/Reuters
A A A
PARIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron telah memperpanjang masa lockdown sebanyak empat pekan atau sampai 11 Mei. Macron juga mengatakan, wabah Covid-19 di Prancis sudah mulai stabil. Dia berharap semuanya akan mulai mengalami antiklimaks. Jumlah kematian akibat Covid-19 juga menurun setiap hari dengan total korban mencapai 15.000 orang.

"Lockdown bukan untuk mengalahkan Covid-19, tapi memperlambat persebarannya," ujar Macron, dikutip BBC. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku gembira dengan perlambatan Covid-19 di Eropa.

"Mudah-mudahan Mei akan menjadi awal sebuah fase baru," kata Macron. "Jika hal itu terjadi, kami telah mencapai titik progresif. Peraturan pemerintah juga akan kembali disesuaikan dengan kondisi di lapangan."

Macron mengatakan, sekolah kemungkinan akan dapat dibuka lebih awal dibandingkan restoran. Event-event publik seperti festival tampaknya tidak akan dapat dilaksanakan setidaknya sampai Juli mendatang. Warga yang rentan terhadap Covid-19 juga diimbau agar tetap tinggal di rumah.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi, memperpanjang penguncian atau lockdown secara nasional hingga 3 Mei. Kebijakan ini diterapkan karena jumlah kasus virus corona di India telah mencapai angka 10.000, meski telah melakukan lockdown selama tiga minggu. Modi mengatakan, tantangannya adalah untuk menghentikan persebaran Covid-19 ke wilayah-wilayah baru di negara tersebut.

“Hingga 3 Mei, setiap orang India harus tetap terisolasi. Saya meminta semua orang India agar kita menghentikan persebaran virus corona ke daerah lain," katanya dilansir Reuters kemarin.

Pernyataan Modi itu muncul ketika jumlah orang yang terinfeksi virus korona di India mencapai 10.363, di mana 339 di antaranya telah meninggal. Angka itu berdasarkan data yang dimiliki oleh pemerintah pusat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Apa Itu Pax Silica?...
Apa Itu Pax Silica? Aliansi UE dan AS untuk Melawan Dominasi AI China
Blok Rusia Tekan Armenia:...
Blok Rusia Tekan Armenia: Pilih Tetap Jadi Sekutu atau Hengkang ke Uni Eropa!
PM Ceko Sebut Uni Eropa...
PM Ceko Sebut Uni Eropa Mengikuti Jejak Kemunduran Kekaisaran Romawi, Ini 3 Alasannya
China Ancam Sanksi atas...
China Ancam Sanksi atas Kepatuhan Perusahaan Eropa pada Aturan UE
Dari Media hingga Kampus,...
Dari Media hingga Kampus, Pengaruh China di Albania Kian Meluas
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Iran Akan Gelar Acara...
Iran Akan Gelar Acara Pemakaman untuk Mendiang Pemimpin Tertinggi Khamenei di 3 Kota
Kisah Anjing Pemilik...
Kisah Anjing Pemilik 1,5 Juta Follower Medsos Dikira Hewan Liar, Dibunuh Jadi Santapan Restoran
Rekomendasi
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
Berita Terkini
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Infografis
Dokumen CIA Prediksi...
Dokumen CIA Prediksi Siapa Pemenang Perang India dan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved