Al-Qur'an Kembali Dibakar di Swedia, Turki Jengkel
Jum'at, 11 September 2020 - 10:09 WIB
loading...
A
A
A
"Sayangnya, sikap tidak menghormati Islam telah meluas dan tidak dapat dicegah di negara-negara Skandinavia dalam beberapa tahun terakhir dengan kedok kebebasan pers, seni, dan ekspresi," imbuh kementerian itu merujuk pada rentetan insiden penistaan Al-Qur'an di Swedia, Denmark dan Norwegia.
“Kami mengharapkan pihak berwenang Swedia serta semua negara dengan kasus rasisme dan Islamofobia untuk mengambil semua langkah untuk melawan penyakit ini baik dalam kerangka institusi Eropa maupun di tingkat nasional,” desak kementerian tersebut. (Baca juga: Sheikh Al Azhar Sebut Membakar Alquran sebagai Aksi Terorisme )
Kepala Direktorat Urusan Agama Turki, Ali Erbas, juga mengecam pembakaran Al-Qur'an di Stockholm. "Saya mengutuk keras serangan yang tak henti-hentinya dan provokatif terhadap kitab suci Al-Qur'an kami yang dilakukan oleh kelompok rasis anti-Islam di Stockholm, Ibu Kota Swedia," katanya.
Erbas mengatakan menjadi mengkhawatirkan bahwa kelompok-kelompok itu terus menyerang Muslim di kota-kota Eropa yang berbeda.
"Saya berharap kegiatan berpikiran sakit yang mengancam seluruh umat manusia ini akan segera diakhiri, dan saya mengundang komunitas internasional untuk berjuang secara sadar melawan pemikiran-pemikiran ini," katanya.
“Kami mengharapkan pihak berwenang Swedia serta semua negara dengan kasus rasisme dan Islamofobia untuk mengambil semua langkah untuk melawan penyakit ini baik dalam kerangka institusi Eropa maupun di tingkat nasional,” desak kementerian tersebut. (Baca juga: Sheikh Al Azhar Sebut Membakar Alquran sebagai Aksi Terorisme )
Kepala Direktorat Urusan Agama Turki, Ali Erbas, juga mengecam pembakaran Al-Qur'an di Stockholm. "Saya mengutuk keras serangan yang tak henti-hentinya dan provokatif terhadap kitab suci Al-Qur'an kami yang dilakukan oleh kelompok rasis anti-Islam di Stockholm, Ibu Kota Swedia," katanya.
Erbas mengatakan menjadi mengkhawatirkan bahwa kelompok-kelompok itu terus menyerang Muslim di kota-kota Eropa yang berbeda.
"Saya berharap kegiatan berpikiran sakit yang mengancam seluruh umat manusia ini akan segera diakhiri, dan saya mengundang komunitas internasional untuk berjuang secara sadar melawan pemikiran-pemikiran ini," katanya.
(min)
Lihat Juga :