PM Israel Perintahkan Negosiasi untuk Bebaskan Seluruh Sandera dan Akhiri Perang Melawan Hamas
Jum'at, 22 Agustus 2025 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
Kesepakatan itu, sejalan dengan proposal yang diajukan oleh Utusan Khusus AS Steve Witkoff, akan menekan Hamas untuk membebaskan 10 sandera yang masih hidup dan jenazah 18 sandera yang terbunuh, dengan imbalan gencatan senjata selama 60 hari dan pembebasan ratusan tahanan Palestina oleh Israel.
Selama gencatan senjata, perundingan akan dimulai untuk mengakhiri perang secara permanen dan pembebasan 22 sandera yang tersisa, setidaknya 10 di antaranya diyakini masih hidup.
Israel belum menanggapi tawaran tersebut, meskipun pemerintah Zionis telah menerima kerangka kerja yang hampir identik di awal musim panas. Di saat yang sama, Netanyahu tidak serta merta menolak proposal tersebut—menandakan bahwa dia tetap membuka opsi.
Hamas telah lama menawarkan pembebasan semua sandera dengan imbalan diakhirinya perang dan penarikan pasukan Israel dari Gaza, tetapi Netanyahu berpendapat bahwa pertukaran ini akan memberi Hamas yang berkuasa kemampuan untuk bangkit kembali dan sekali lagi menjadi ancaman bagi Israel.
Para kritikus mengatakan Hamas telah dikalahkan secara militer dan Israel harus melakukan segalanya untuk menyelamatkan para sandera yang masih hidup sebelum terlambat, sambil menghadapi ancaman Hamas lebih lanjut di masa mendatang.
Beralih dari dukungan untuk kesepakatan parsial, Netanyahu bersikeras dalam beberapa pekan terakhir bahwa Israel hanya akan menerima kesepakatan pembebasan seluruh 50 sandera. Awal bulan ini, kabinetnya menyetujui serangkaian persyaratan untuk mengakhiri perang yang secara efektif berarti Hamas menyerah sepenuhnya.
Persyaratannya adalah pembebasan semua sandera yang tersisa sekaligus, pelucutan senjata Hamas, demiliterisasi Jalur Gaza, kendali keamanan Israel secara keseluruhan atas Jalur Gaza, dan pengalihan pemerintahan kepada badan selain Hamas atau Otoritas Palestina.
Hamas telah menolak seruan untuk menyerahkan senjatanya, dan IDF memperkirakan bahwa pembongkaran penuh infrastruktur Hamas di Gaza akan memakan waktu bertahun-tahun, yang menyebabkan para kritikus menuduh Netanyahu berusaha memperpanjang perang agar tetap berkuasa.
“Sekarang [Netanyahu] menginginkan kesepakatan penuh, dan karena mustahil untuk membawa mereka semua kembali—Netanyahu tidak mendapatkan apa pun,” ujar Yotam Cohen, yang saudara laki-lakinya, Nimrod Cohen, disandera, dalam sebuah demonstrasi di luar markas militer di Tel Aviv, Kamis malam, menurut Forum Keluarga Sandera dan Hilang.
Selama gencatan senjata, perundingan akan dimulai untuk mengakhiri perang secara permanen dan pembebasan 22 sandera yang tersisa, setidaknya 10 di antaranya diyakini masih hidup.
Israel belum menanggapi tawaran tersebut, meskipun pemerintah Zionis telah menerima kerangka kerja yang hampir identik di awal musim panas. Di saat yang sama, Netanyahu tidak serta merta menolak proposal tersebut—menandakan bahwa dia tetap membuka opsi.
Hamas telah lama menawarkan pembebasan semua sandera dengan imbalan diakhirinya perang dan penarikan pasukan Israel dari Gaza, tetapi Netanyahu berpendapat bahwa pertukaran ini akan memberi Hamas yang berkuasa kemampuan untuk bangkit kembali dan sekali lagi menjadi ancaman bagi Israel.
Para kritikus mengatakan Hamas telah dikalahkan secara militer dan Israel harus melakukan segalanya untuk menyelamatkan para sandera yang masih hidup sebelum terlambat, sambil menghadapi ancaman Hamas lebih lanjut di masa mendatang.
Beralih dari dukungan untuk kesepakatan parsial, Netanyahu bersikeras dalam beberapa pekan terakhir bahwa Israel hanya akan menerima kesepakatan pembebasan seluruh 50 sandera. Awal bulan ini, kabinetnya menyetujui serangkaian persyaratan untuk mengakhiri perang yang secara efektif berarti Hamas menyerah sepenuhnya.
Persyaratannya adalah pembebasan semua sandera yang tersisa sekaligus, pelucutan senjata Hamas, demiliterisasi Jalur Gaza, kendali keamanan Israel secara keseluruhan atas Jalur Gaza, dan pengalihan pemerintahan kepada badan selain Hamas atau Otoritas Palestina.
Hamas telah menolak seruan untuk menyerahkan senjatanya, dan IDF memperkirakan bahwa pembongkaran penuh infrastruktur Hamas di Gaza akan memakan waktu bertahun-tahun, yang menyebabkan para kritikus menuduh Netanyahu berusaha memperpanjang perang agar tetap berkuasa.
“Sekarang [Netanyahu] menginginkan kesepakatan penuh, dan karena mustahil untuk membawa mereka semua kembali—Netanyahu tidak mendapatkan apa pun,” ujar Yotam Cohen, yang saudara laki-lakinya, Nimrod Cohen, disandera, dalam sebuah demonstrasi di luar markas militer di Tel Aviv, Kamis malam, menurut Forum Keluarga Sandera dan Hilang.
Lihat Juga :