PM Israel Perintahkan Negosiasi untuk Bebaskan Seluruh Sandera dan Akhiri Perang Melawan Hamas

Jum'at, 22 Agustus 2025 - 09:47 WIB
loading...
PM Israel Perintahkan...
PM Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan negosiasi untuk membebaskan seluruh sandera yang ditawan di Gaza dan untuk mengakhiri perang melawan Hamas. Foto/Roey Avraham/GPO via Times of Israel
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dia telah mengeluarkan instruksi untuk mengadakan negosiasi guna membebaskan seluruh sandera yang ditawan di Gaza dan untuk mengakhiri perang melawan Hamas. Namun, pada saat yang bersamaan, dia menyetujui rencana serangan militer yang bertujuan menaklukkan Kota Gaza.

Pengumuman Netanyahu ini muncul beberapa hari setelah Hamas mengatakan telah menyetujui proposal gencatan senjata yang akan membebaskan separuh sandera dan memulai perundingan untuk mengakhiri perang dan membebaskan sisanya.

Meskipun kerangka kerja serupa sebelumnya telah disetujui oleh rezim Zionis Israel, Netanyahu sejak itu mengatakan bahwa Israel hanya akan setuju untuk menghentikan pertempuran sebagai bagian dari kesepakatan komprehensif untuk semua 50 sandera yang tersisa. Tidak jelas apakah komentarnya pada hari Kamis menandai perubahan signifikan dalam jalannya perundingan.

Baca Juga: Operasi Israel di Kota Gaza Awal Pembersihan Etnis, Palang Merah Internasional Murka

Netanyahu menyampaikan pernyataan tersebut dalam pesan yang direkam sebelumnya di luar markas besar Divisi Gaza Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Di sana, dia bertemu dengan para pejabat pertahanan untuk menyetujui rencana pengambilalihan Kota Gaza oleh militer, meskipun ada peringatan bahwa serangan tersebut dapat mempersulit upaya mencapai kesepakatan.

“Saya datang hari ini ke Divisi Gaza untuk menyetujui rencana yang disampaikan IDF kepada saya dan kepada Menteri Pertahanan untuk mengambil alih Kota Gaza dan mengalahkan Hamas,” ujar Netanyahu dalam pesan tersebut.

“Pada saat yang sama, saya menginstruksikan untuk segera memulai negosiasi guna membebaskan semua sandera kami dan mengakhiri perang dengan syarat-syarat yang dapat diterima oleh Israel," ujarnya, seperti dikutip Times of Israel, Jumat (22/8/2025).

Seorang juru bicara Kantor PM Israel mengatakan kepada The Times of Israel tak lama setelah itu bahwa tidak ada rencana “pada tahap ini” untuk mengirim delegasi Israel untuk berunding.

Seorang pejabat senior Israel kemudian mengklarifikasi secara anonim bahwa setelah lokasi negosiasi ditentukan, PM Netanyahu akan memerintahkan pengiriman delegasi Israel.

Tidak jelas apakah pernyataan Netanyahu dikoordinasikan dengan salah satu mediator Arab yang saat ini sedang menunggu respons Israel atas proposal pembebasan sandera bertahap yang diterima Hamas pada hari Senin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Rekomendasi
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Dikhianati Suami, Shiena...
Dikhianati Suami, Shiena Bangkit Bongkar Perselingkuhan di Microdrama V+Short Replaceable
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved