Kapal Perang AS Terbakar Hebat 12 Jam di Jepang, Sekarang Hangus

Kamis, 21 Agustus 2025 - 12:53 WIB
loading...
Kapal Perang AS Terbakar...
Kapal perang USS New Orleans Angkatan Laut Amerika Serikat terbakar hebat selama 12 jam di lepas pantai Okinawa, Jepang. Foto/Screenshot video NHK
A A A
TOKYO - Sebuah kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) hangus setelah terbakar hebat selama 12 jam di lepas pantai Okinawa, Jepang. Dua pelaut Amerika terluka dalam insiden ini.

Armada Ke-7 Angkatan Laut AS mengatakan USS New Orleans, sebuah kapal dok transportasi amfibi dengan awak lebih dari 360 pelaut dan mampu mengangkut 800 tentara, mulai terbakar sekitar pukul 16.00 waktu setempat pada hari Rabu dan berhasil dipadamkan pada Kamis (21/8/2025) pagi.

Sedangkan pernyataan dari Penjaga Pantai Jepang, yang membantu memadamkan api, menyebutkan bahwa upaya pemadaman api baru berakhir setelah pukul 09.00 waktu setempat dan penyelidikan sedang dilakukan untuk memastikan apakah api telah sepenuhnya padam.

Baca Juga: China Isyaratkan Akan Ungkap 4 Rudal Baru untuk Tenggelamkan Kapal Perang AS

Dua pelaut mengalami luka ringan dan dirawat di fasilitas medis di atas kapal, kata Angkatan Laut AS.

Saat kebakaran terjadi, kapal tersebut sedang berlabuh di Fasilitas Angkatan Laut White Beach, di pesisir timur pulau Jepang. Fasilitas ini berfungsi sebagai area persiapan bagi Marinir AS dan peralatan mereka untuk dikerahkan ke kapal amfibi seperti USS New Orleans, yang memiliki panjang 200 meter dan bobot benaman 24.000 ton.

Awak kapal USS New Orleans dibantu dalam upaya pemadaman kebakaran oleh awak kapal USS San Diego, yang juga berlabuh di White Beach, imbuh pernyataan Angkatan Laut AS.

"Penjaga Pantai Jepang, Pasukan Bela Diri Maritim Jepang, dan komando Angkatan Laut AS lainnya di Okinawa memberikan dukungan penting bagi upaya pemadaman kebakaran," lanjut pernyataan Angkatan Laut AS.

Gambar dari media Jepang; NHK, menunjukkan kapal tunda menyemprotkan air ke bagian depan kapal USS New Orleans.

Penyebab kebakaran sedang diselidiki. Analis Carl Schuster, mantan kapten Angkatan Laut AS, mengatakan kebakaran selalu menjadi bahaya di kapal perang, yang membawa banyak bahan yang mudah terbakar.

Kebakaran kapal terburuk Angkatan Laut AS dalam beberapa tahun terakhir terjadi di atas kapal serbu amfibi USS Bonhomme Richard pada Juli 2020, saat kapal tersebut berlabuh di San Diego untuk menjalani peningkatan kapasitas untuk mengangkut jet tempur siluman F-35. Kebakaran itu berlangsung selama lebih dari empat hari dan mengakibatkan Angkatan Laut membongkar kapal bernilai miliaran dolar tersebut.

Investigasi Angkatan Laut menemukan bahwa kebakaran pada USS Bonhomme Richard merupakan akibat dari serangkaian kegagalan sistemik, termasuk kegagalan dalam merawat kapal, memastikan pelatihan yang memadai, menyediakan dukungan darat, atau melakukan pengawasan. Setelah kebakaran tersebut, Angkatan Laut memperkenalkan prosedur inspeksi dan pelatihan baru untuk mencegah kebakaran di masa mendatang.

Para analis mengatakan pada saat itu bahwa kehilangan kapal seperti USS Bonhomme Richard, bahkan untuk beberapa bulan, dapat menghambat kesiapan layanan selama bertahun-tahun.

Menurut Schuster, kerusakan akibat kebakaran dapat membuat USS New Orleans tidak dapat beroperasi selama 60 hingga 120 hari.

Dia mengatakan kebakaran USS New Orleans menunjukkan bahwa Angkatan Laut AS perlu kembali "meninjau dan meningkatkan prosedur pencegahan dan pemadaman kebakarannya."

"Kebakaran sebesar itu dulunya jarang terjadi di kapal perang Angkatan Laut AS," kata Schuster.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Gaikindo Minta Stimulus...
Gaikindo Minta Stimulus Semua Jenis Kendaraan, Tak Hanya Mobil Listrik
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Mantan Kepala Staf IDF...
Mantan Kepala Staf IDF Ini Siap "Gulingkan" Netanyahu sebagai PM Israel
Rekomendasi
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
Rayakan 70 Juta Streaming...
Rayakan 70 Juta Streaming ‘Masa Ini, Nanti, dan Masa Indah Lainnya’, Nuca Adakan '[LAGI] Sama Nuca’
Berita Terkini
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Infografis
Kapal Induk Kedua Tiba...
Kapal Induk Kedua Tiba di Timur Tengah, AS Serius Ancam Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved