China Isyaratkan Akan Ungkap 4 Rudal Baru untuk Tenggelamkan Kapal Perang AS

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:07 WIB
loading...
China Isyaratkan Akan...
China isyaratkan akan ungkap empat rudal baru yang dirancang untuk menenggelamkan kapal perang Amerika Serikat. Foto/X @RickJoe_PLA/REautomaton/SDF
A A A
BEIJING - China mengisyaratkan akan secara resmi mengungkap empat rudal baru yang dirancang untuk menenggelamkan kapal perang musuh, termasuk Amerika Serikat (AS), selama parade militer September mendatang. Ini sebagai bagian dari upaya Beijing untuk menantang dominasi Angkatan Laut Washington.

Parade militer dijadwalkan pada 3 September di Lapangan Tiananmen, Beijing. Parade tersebut untuk menandai peringatan 80 tahun apa yang disebut China sebagai "kemenangan dalam Perang Perlawanan Rakyat China Melawan Agresi Jepang dan Perang Anti-Fasis Dunia"—istilah China untuk Perang Dunia II.

China, yang sedang menjalani pembangunan dan modernisasi militer yang pesat, telah membangun persenjataan rudal jarak jauh yang besar yang mampu menargetkan pasukan dan pangkalan AS di seluruh kawasan Pasifik Barat.

Bacaa Juga: Militer China Usir Kapal Perang AS dari Wilayah Sengketa Laut China Selatan

Rudal merupakan inti dari strategi "anti-access and area denial" China, yang bertujuan untuk mencegah atau membatasi musuh memasuki dan beroperasi di wilayah tertentu, juga berfungsi sebagai tindakan balasan terhadap kemungkinan intervensi AS dalam potensi konflik di Taiwan atau Laut China Selatan.

Isyarat Beijing ini muncul dalam laporan media pemerintah, Xinhua. Menurut laporan tersebut, latihan komprehensif kedua untuk parade militer China mendatang—yang diperkirakan akan menampilkan persenjataan baru—digelar dari Sabtu malam hingga Minggu dini hari waktu setempat. Latihan ini melibatkan sekitar 40.000 personel.

Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan rudal-rudal baru bertanda YJ-15, YJ-17, YJ-19, dan YJ-20 dibawa oleh kendaraan selama latihan. "YJ" adalah singkatan dari Ying Ji, yang berarti "Serangan Elang" dalam bahasa Mandarin, dan digunakan untuk berbagai rudal antikapal China, yang dapat diluncurkan dari kapal atau pun pesawat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Korupsi MBG Kejahatan...
Korupsi MBG Kejahatan Luar Biasa, Pemerintah Diminta Berikan Hukuman Berat
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Kisah Rizaldo Arif Akbar,...
Kisah Rizaldo Arif Akbar, dari Bisnis Digital hingga Jadi Travel Content Creator
Berita Terkini
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved