Trump: Perdamaian Ukraina Tergantung Zelensky dan Pemimpin Eropa

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 16:30 WIB
loading...
A A A
Putin mengatakan Rusia selalu menganggap, dan masih menganggap, rakyat Ukraina "bersifat persaudaraan."

"Kami selalu menganggap rakyat Ukraina, dan saya telah berulang kali mengatakan ini, sebagai persaudaraan, betapapun anehnya kedengarannya dalam kondisi saat ini. Kita memiliki akar yang sama, dan segala sesuatu yang terjadi pada kita adalah tragedi dan kepedihan yang mendalam," ujarnya.

Putin kembali menegaskan kekhawatirannya tentang "beralihnya Ukraina ke Barat," menekankan bahwa hal itu terkait dengan ancaman mendasar terhadap keamanan nasional Rusia.

Ia mengatakan penyelesaian Ukraina yang berkelanjutan dan berjangka panjang tidak mungkin terjadi tanpa menghilangkan akar permasalahannya, kekhawatiran Rusia harus dipertimbangkan, dan keseimbangan keamanan yang adil di seluruh Eropa dan global harus dipulihkan.

"Saya setuju dengan Presiden Trump, yang membahas hal ini hari ini, bahwa keamanan Ukraina tidak diragukan lagi harus dijamin. Tentu saja, kami siap untuk mengupayakan hal ini," ujarnya.

Presiden Rusia mencatat bahwa ia melihat kesediaan yang tulus dari pemerintahan AS saat ini dan Trump untuk membantu menyelesaikan konflik, termasuk kesiapan Trump untuk memeriksa akar permasalahannya.

"Saya ingin berterima kasih kepada Bapak Trump atas kolaborasi produktif kita dan atas keterbukaan serta kepercayaan yang terjalin dalam diskusi kita. Yang terpenting, kedua belah pihak tetap berorientasi pada hasil. Kami menyadari bahwa Presiden AS memiliki visi yang jelas tentang tujuannya, benar-benar memprioritaskan kesejahteraan bangsanya, sekaligus menunjukkan rasa hormat terhadap kepentingan sah Rusia," ujarnya.

Putin optimis bahwa perjanjian yang dibuat di Alaska akan menjadi landasan tidak hanya untuk menyelesaikan krisis Ukraina, tetapi juga untuk membangun kembali hubungan AS-Rusia yang praktis dan saling menguntungkan.

Mengenai Eropa, pemimpin Rusia mengantisipasi tidak adanya perlawanan dari Kyiv atau ibu kota Eropa terhadap kemajuan penyelesaian konflik yang dicapai selama KTT Alaska.

"Kami berharap Kyiv dan ibu kota Eropa akan menanggapi semua ini dengan cara yang konstruktif dan tidak akan menciptakan hambatan apa pun. Mereka tidak akan mencoba mengganggu kemajuan yang direncanakan melalui provokasi atau intrik di balik layar," tegasnya.

Putin mencatat bahwa pada tahun 2022, dalam kontak terakhirnya dengan pemerintahan AS sebelumnya, ia memperingatkan rekan sejawatnya dari Amerika agar tidak meningkatkan ketegangan hingga ke titik konflik militer.

"Saat itu, saya secara tegas menyatakan bahwa melakukan hal itu akan menjadi kesalahan besar," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Berita Terkini
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved