Militer Mali Tangkap 2 Jenderal dan Agen Prancis yang Hendak Kudeta

Jum'at, 15 Agustus 2025 - 15:16 WIB
loading...
Militer Mali Tangkap...
Menteri Keamanan Mali, Jenderal Daoud Aly Mohammedine, umumkan penangkapan dua jenderal dan seorang agen rahasia Prancis yang merencanakan kudeta militer. Foto/Mali TV via BBC
A A A
BAMAKO - Pasukan militer Mali telah menangkap sekelompok personel militer dan warga sipil, termasuk dua jenderal, dan seorang tersangka agen rahasia Prancis. Mereka ditangkap atas tuduhan merencanakan kudeta.

Menteri Keamanan Mali, Jenderal Daoud Aly Mohammedine, mengumumkan penangkapan tersebut pada Kamis malam setelah beredar rumor selama berhari-hari bahwa sejumlah pejabat militer Mali telah ditangkap.

"Situasi sepenuhnya terkendali," kata Jenderal Mohammedine.

“Pemerintah transisi menginformasikan kepada publik nasional tentang penangkapan sekelompok kecil elemen marjinal dari pasukan bersenjata dan keamanan Mali atas tindak pidana yang bertujuan untuk mengganggu stabilitas institusi republik,” imbuh dia, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (15/8/2025).

Baca Juga: Buntut Kudeta Militer, Uni Afrika Tangguhkan Keanggotaan Mali

"Konspirasi tersebut telah digagalkan dengan penangkapan mereka yang terlibat," ujarnya, seraya menambahkan bahwa rencana tersebut dimulai pada 1 Agustus.

"Tentara dan warga sipil ini telah memperoleh bantuan dari negara asing, kata militer Mali dalam sebuah pernyataan.

Warga negara Prancis, yang diidentifikasi sebagai Yann Christian Bernard Vezilier, telah ditahan atas dugaan bekerja atas nama dinas intelijen Prancis.

Mohammedine mengatakan, "Pria Prancis tersebut bertindak atas nama dinas intelijen Prancis, yang memobilisasi para pemimpin politik, tokoh masyarakat sipil, dan personel militer di Mali."

Gambar yang dibagikan di media sosial dari tersangka mata-mata Prancis tersebut menampilkan seorang pria kulit putih berusia 50-an yang mengenakan kemeja putih dan tampak agak khawatir.

Televisi nasional Mali juga menayangkan foto 11 orang yang disebut sebagai anggota kelompok yang merencanakan kudeta.

Mohammedine juga mengidentifikasi dua jenderal Mali yang disebutnya sebagai bagian dari rencana tersebut.

Salah satu tersangka, Jenderal Abass Dembele, adalah mantan gubernur wilayah Mopti di bagian tengah negara itu, yang tiba-tiba dipecat pada bulan Mei ketika dia menuntut penyelidikan atas tuduhan bahwa tentara Mali membunuh warga sipil di desa Diafarabe.

Jenderal kedua, Nema Sagara, sebelumnya dipuji atas perannya dalam memerangi kelompok pemberontak pada tahun 2012.

Sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa setidaknya 55 tentara telah ditangkap, dan pihak berwenang mengatakan mereka sedang berupaya mengidentifikasi "kemungkinan kaki tangan".

Mali yang miskin telah dilanda krisis keamanan sejak 2012, terutama dipicu oleh kekerasan dari kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda dan kelompok ISIS, serta geng kriminal lokal.

Para penguasa militer negara itu, yang dipimpin oleh Presiden Assimi Goita, dalam beberapa tahun terakhir telah berpaling dari mitra Barat, terutama Prancis, bekas negara kolonial, dan bersekutu secara politik dan militer dengan Rusia atas nama kedaulatan nasional.

Pada bulan Juni, Goita diberikan tambahan kekuasaan selama lima tahun, meskipun sebelumnya militer telah berjanji untuk kembali ke pemerintahan sipil pada Maret 2024.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Trump Ingin Buru-Buru...
Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni
Rekomendasi
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Berita Terkini
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved