Menteri Zionis: Israel Bangun 3.401 Rumah di Tepi Barat Akan Mengubur Mimpi Palestina Miliki Negara
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 11:25 WIB
loading...
A
A
A
Ketika ditanya oleh BBC pesan apa yang disampaikan rencana tersebut kepada negara-negara seperti Inggris dan Prancis, yang berencana mengakui Negara Palestina, dia berkata: "Itu tidak akan terjadi. Tidak akan ada negara yang akan diakui."
Menanggapi langkah tersebut, Departemen Luar Negeri AS mengatakan, "Tepi Barat yang stabil menjaga keamanan Israel dan sejalan dengan tujuan pemerintahan ini untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut."
Namun, PBB dan Uni Eropa mendesak Israel untuk tidak melanjutkan rencana tersebut.
"Uni Eropa menolak setiap perubahan wilayah yang bukan merupakan bagian dari perjanjian politik antara pihak-pihak yang terlibat," kata seorang juru bicara Uni Eropa.
Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, mengatakan proposal Israel tersebut harus dihentikan.
"Inggris sangat menentang rencana permukiman E1 pemerintah Israel, yang akan membagi Negara Palestina di masa depan menjadi dua dan merupakan pelanggaran berat hukum internasional," ujarnya.
Jerman mengatakan "menolak keras" rencana tersebut dan mendesak Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman di Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan kantor berita AFP.
Kementerian Luar Negeri Turki juga mengecam keputusan tersebut."Itu mengabaikan hukum internasional dan menargetkan integritas teritorial Negara Palestina," katanya.
LSM Israel, Peace Now, mengatakan: "Pemerintah [Perdana Menteri Benjamin] Netanyahu memanfaatkan setiap menit untuk memperdalam aneksasi Tepi Barat dan mencegah kemungkinan solusi dua negara."
Menanggapi langkah tersebut, Departemen Luar Negeri AS mengatakan, "Tepi Barat yang stabil menjaga keamanan Israel dan sejalan dengan tujuan pemerintahan ini untuk mencapai perdamaian di kawasan tersebut."
Namun, PBB dan Uni Eropa mendesak Israel untuk tidak melanjutkan rencana tersebut.
"Uni Eropa menolak setiap perubahan wilayah yang bukan merupakan bagian dari perjanjian politik antara pihak-pihak yang terlibat," kata seorang juru bicara Uni Eropa.
Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, mengatakan proposal Israel tersebut harus dihentikan.
"Inggris sangat menentang rencana permukiman E1 pemerintah Israel, yang akan membagi Negara Palestina di masa depan menjadi dua dan merupakan pelanggaran berat hukum internasional," ujarnya.
Jerman mengatakan "menolak keras" rencana tersebut dan mendesak Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman di Tepi Barat yang diduduki, menurut laporan kantor berita AFP.
Kementerian Luar Negeri Turki juga mengecam keputusan tersebut."Itu mengabaikan hukum internasional dan menargetkan integritas teritorial Negara Palestina," katanya.
LSM Israel, Peace Now, mengatakan: "Pemerintah [Perdana Menteri Benjamin] Netanyahu memanfaatkan setiap menit untuk memperdalam aneksasi Tepi Barat dan mencegah kemungkinan solusi dua negara."
Lihat Juga :