Menteri Zionis: Israel Bangun 3.401 Rumah di Tepi Barat Akan Mengubur Mimpi Palestina Miliki Negara

Jum'at, 15 Agustus 2025 - 11:25 WIB
loading...
A A A
"Jelas bagi semua orang saat ini bahwa satu-satunya solusi untuk konflik ini, dan satu-satunya cara untuk mengalahkan Hamas, adalah melalui pembentukan Negara Palestina di samping Israel," paparnya.

"Pemerintah Israel mengutuk kita untuk terus melakukan pertumpahan darah, alih-alih berupaya untuk mengakhirinya," imbuh kelompok tersebut.

Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut rencana permukiman baru tersebut sebagai "perpanjangan dari kejahatan genosida, penggusuran, dan aneksasi".

Israel telah lama menolak tuduhan tersebut, tetapi organisasi-organisasi hak asasi manusia terkemuka Israel berpendapat bahwa tindakan negara itu dalam perang di Gaza merupakan genosida terhadap penduduk Palestina.

Smotrich, bersama dengan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, dijatuhi sanksi oleh Inggris pada bulan Juni atas "hasutan kekerasan berulang terhadap komunitas Palestina" di Tepi Barat yang diduduki.

Pembangunan 3.401 unit rumah di kawasan E1 telah terhenti selama 20 tahun. Pembangunan kawasan ini telah lama dianggap sebagai penghalang efektif bagi berdirinya negara Palestina, karena posisinya yang strategis, memisahkan wilayah selatan Yerusalem dari wilayah utara, sehingga mencegah terbentuknya kawasan perkotaan Palestina yang berdampingan, yang menghubungkan Ramallah, Yerusalem Timur, dan Betlehem.

Sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, tekanan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat telah meningkat tajam, yang dibenarkan sebagai langkah-langkah keamanan yang sah.

Sebagian besar masyarakat internasional menganggap permukiman tersebut ilegal menurut hukum internasional-sebuah posisi yang didukung oleh pendapat konsultatif Mahkamah Internasional (ICJ) tahun lalu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Kemhan Gandeng Kemenkes...
Kemhan Gandeng Kemenkes Investigasi Kematian 5 Calon Manajer Kopdes
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, DPC PPP Lebak Bidik Gen Z lewat Strategi Kreatif dan Inklusif
Hary Tanoesoedibjo Harap...
Hary Tanoesoedibjo Harap Atlet Maksimalkan Kemampuan di IIO 2026
Berita Terkini
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Infografis
Bos Shin Bet Israel...
Bos Shin Bet Israel Yakin akan Berdirinya Negara Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved