Trump-Putin Bertemu di Alaska Hari Ini, Perang Rusia-Ukraina Bakal Berakhir?

Jum'at, 15 Agustus 2025 - 06:55 WIB
loading...
Trump-Putin Bertemu...
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan pertemuan di Alaska pada hari ini (15/8/2025). Pertemuan penting ini untuk mengupayakan perdamaian Rusia-Ukraina. Foto/Sputnik/Sergey Guneev
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan pertemuan di Alaska pada hari ini (15/8/2025). Pertemuan penting untuk mengupayakan perdamaian Rusia-Ukraina ini akan berlangsung di Joint Base Elmendorf-Richardson.

Menjelang pertemuannya dengan Putin, Trump menyatakan keyakinannya bahwa Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kini siap untuk mengupayakan perdamaian.

"Saya pikir Presiden Putin akan mewujudkan perdamaian dan Presiden Zelensky akan mewujudkan perdamaian," kata Trump kepada para wartawan, sebagaimana dikutip dari Asian News International.

Baca Juga: Trump Ancam Konsekuensi Berat Jika Putin Lanjutkan Perang Ukraina

Ketika ditanya apakah AS siap menawarkan Putin akses ke mineral langka sebagai insentif untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina, Trump menjawab, "Kita lihat saja nanti apa yang terjadi dengan pertemuan kita."

"Kita akan mengadakan pertemuan besar. Pertemuan ini, menurut saya, akan sangat penting bagi Rusia, dan akan sangat penting bagi kita, dan yang terpenting bagi kita hanyalah bahwa kita akan menyelamatkan banyak nyawa," papar Trump.

"Tetapi tujuan saya melakukan ini adalah untuk menyelamatkan ribuan tentara setiap minggu," imbuh dia.

Melihat lebih jauh dari perundingan Alaska, Trump menguraikan rencana untuk pertemuan lanjutan dengan Zelensky, yang kemungkinan akan diikuti oleh para pemimpin Eropa. Dia menyebut sesi itu berpotensi lebih penting daripada sesi pertama.

"Kita akan bertemu dengan Presiden Putin besok [Jumat, hari ini]. Saya pikir ini akan menjadi pertemuan yang baik, tetapi pertemuan yang lebih penting adalah pertemuan kedua kita. Kita akan bertemu dengan Presiden Putin, Presiden Zelensky, saya, dan mungkin kita akan membawa serta beberapa pemimpin Eropa, mungkin juga tidak," ujarnya.

"Kita lihat saja nanti. Dan saya pikir Presiden Putin akan berdamai. Saya pikir Presiden Zelensky akan berdamai. Kita lihat saja apakah mereka bisa akur. Dan jika mereka bisa, itu akan luar biasa," imbuh dia.

Menyebut konflik Rusia-Ukraina sebagai "perang Biden", Trump berkata, "Itu tidak akan pernah terjadi jika saya menjadi presiden. Perang ini tidak akan pernah terjadi di bawah pemerintahan saya. Tetapi sekarang, jutaan orang telah terbunuh."

"Dan saya di sini untuk satu alasan: untuk melihat apakah saya bisa menyelesaikannya. Ini perang Biden. Ini juga bagian dari perang saya. Saya ingin melihat apakah saya bisa menghentikan pembunuhan," tambahnya, merujuk pada pendahulunya, mantan presiden Joe Biden.

Sebelumnya, Trump mengatakan dia akan tahu "dalam dua menit pertama" apakah kesepakatan bisa dicapai. Dia juga menyatakan optimisme tentang kemungkinan perdagangan normal antara kedua negara.

Ketika ditanya apakah dia melihat masa ketika perdagangan normal antara AS dan Rusia bisa terwujud, Trump berkata, "Ya. Rusia memiliki sebidang tanah yang sangat berharga. Jika Vladimir Putin lebih memilih bisnis daripada perang, Anda tahu, Rusia adalah negara yang suka berperang. Itulah yang mereka lakukan. Mereka sering berperang. Seorang teman saya mengatakan Rusia tangguh karena mereka terus berjuang."

"Kami akan bertemu dengan Vladimir Putin. Dan di akhir pertemuan itu, mungkin dalam dua menit pertama, saya akan tahu persis apakah kesepakatan bisa dicapai atau tidak," kata Trump.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
Blunder Kiper, Meksiko...
Blunder Kiper, Meksiko Tundukkan Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Komentator Resmi Piala...
Komentator Resmi Piala Dunia 2026 Diinvestigasi usai Laga Timnas Iran vs Selandia Baru
Berita Terkini
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved