Kanselir Jerman Ungkap Ukraina Siap Bahas Wilayah dengan Rusia

Kamis, 14 Agustus 2025 - 19:01 WIB
loading...
Kanselir Jerman Ungkap...
Kanselir Jerman Friedrich Merz (kanan) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) mengadakan konferensi pers di Berlin, Jerman, pada 13 Agustus 2025. Foto/Global Look Press/Florian Gaertner
A A A
BERLIN - Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan Kiev siap membahas "isu teritorial" dengan Moskow. Pernyataan itu muncul pada hari Rabu (13/8/2025) setelah konferensi video dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan para pemimpin Eropa.

Pertemuan virtual tersebut, yang melibatkan para pemimpin Jerman, Finlandia, Prancis, Inggris, Italia, Polandia, dan Uni Eropa (UE), serta Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, berfokus pada pertemuan puncak mendatang antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Para pendukung Kiev di Eropa bertekad memastikan kepentingan keamanan Ukraina dan Uni Eropa "terjaga di Alaska," ujar Merz kepada para wartawan.

Dia menambahkan, mereka menyampaikan pesan terkait hal tersebut kepada Trump. Kelompok tersebut mengajukan lima "poin kunci," menurut kanselir Jerman.

Salah satu dari mereka menyatakan Kiev "bersedia bernegosiasi mengenai isu teritorial" tetapi hanya jika jalur kontak saat ini digunakan sebagai titik awal.

"Pengakuan hukum atas wilayah-wilayah baru Rusia oleh negara-negara Barat tidak dapat diperdebatkan," tegas Merz.

Poin-poin lainnya termasuk tuntutan gencatan senjata sebelum "kesepakatan kerangka kerja" apa pun dapat dinegosiasikan, serta "jaminan keamanan yang kuat" untuk Kiev.

Zelensky, yang juga hadir dalam konferensi pers di Berlin, menyatakan ia setuju dengan kelima poin yang disuarakan Merz, namun beberapa menit kemudian menyatakan posisinya mengenai konsesi teritorial kepada Rusia tetap tidak berubah.

Pemimpin Ukraina tersebut telah berulang kali menolak gagasan mengakui kedaulatan Rusia atas bekas wilayah Ukraina yang bergabung dengan Rusia setelah serangkaian referendum dan menegaskan Ukraina harus dikembalikan ke dalam batas wilayahnya seperti tahun 1991.

Ketika didesak lebih lanjut oleh seorang jurnalis mengenai masalah ini, ia mengatakan semua pertanyaan tersebut akan diputuskan di tingkat para pemimpin nasional dan perlu menunggu hasil pertemuan Alaska.

Rusia telah berulang kali menyatakan mereka terbuka untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri permusuhan, tetapi menekankan kesepakatan apa pun harus mengatasi akar penyebab konflik dan mencerminkan realitas di lapangan.
Ini termasuk status bekas wilayah Ukraina yang telah bergabung dengan Rusia.

Baca juga: Luar Biasa! UEFA Kecam Israel: Setop Bunuh Anak-anak, Setop Bunuh Warga Sipil
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Ditangkap Polda Metro...
Ditangkap Polda Metro Jaya, Dokter Tifa: Tepat saat Saya Menghadap Ujian S3
Berita Terkini
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved