3 Alasan Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera, Salah Satunya Cegah Liputan Pencaplokan Gaza

Senin, 11 Agustus 2025 - 18:40 WIB
loading...
3 Alasan Israel Bunuh...
Israel memiliki seumlah alasan untuk membuh para jurnalis Al Jazeera. Foto/X/@IrishUnity
A A A
GAZA - Ori Goldberg, seorang komentator politik Israel , menggambarkan pembunuhan jurnalis Al Jazeera di Kota Gaza oleh Israel sebagai "pembunuhan yang ditargetkan" dan "pembunuhan". "Dan motivasinya sangat jelas," ujarnya kepada Al Jazeera dari Tel Aviv.

3 Alasan Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera, Salah Satunya Cegah Liputan Pencaplokan Gaza

1. Mencegah Liputan Operasi Pencaplokan Gaza

"Para jurnalis ini adalah harapan terakhir Gaza agar operasi Israel yang akan datang terhadap Kota Gaza terungkap dan menjadi perhatian dunia. Ketika Israel membunuh Anas al-Sharif dan seluruh timnya, Israel berusaha dengan sengaja mencegah liputan jurnalistik atas operasi yang akan datang ini," ujarnya.

Goldberg juga meminta media internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel.

"Ini sesuai dengan standar kolegialitas dan solidaritas profesional yang seharusnya dimiliki jurnalis lain terhadap para pria dan wanita pemberani yang telah meliput berbagai peristiwa di Gaza di lapangan," ujarnya.

Baca Juga: Ini Pesan Terakhir Jurnalis Anas al-Sharif: Saya Tak Pernah Ragu Menyampaikan Kebenaran

2. Israel Ingin Mengontrol Narasi Global

“Jika media internasional melepaskan diri dari narasi yang sebagian besarnya telah promosikan secara signifikan dan mendalam selama 22 bulan terakhir – narasi yang menyatakan bahwa Hamas dan Palestina bertanggung jawab langsung atas segala bentuk kematian atau permusuhan yang disertai kekerasan, tetapi apa pun yang dilakukan Israel digambarkan sebagai semacam elemen misterius atau digambarkan dalam bentuk pasif… Jika para jurnalis mulai menganggap tindakan Israel sebagai penyebab kematian, saya yakin itu akan menjadi penghormatan yang pantas bagi kenangan Anas dan para jurnalis pemberani lainnya yang gugur di Gaza, dan mungkin akan mulai menebus apa yang pada akhirnya merupakan kejahatan karena membantu dan bersekongkol dengan narasi Israel yang telah mendominasi media global selama 22 bulan terakhir.”

3. Israel Mengaitkan Media dengan Hoaks

Jurnalis dan penulis Israel, Akiva Eldar, mengatakan bahwa pelarangan wartawan asing dan Israel memasuki Gaza memungkinkan pemerintah untuk menuduh media menyebarkan "berita palsu" tentang kondisi di wilayah tersebut.

Berbicara kepada Al Jazeera dari Tel Aviv, Eldar mengatakan: “Anda bisa memberikan berbagai macam penjelasan, dalih mengapa mereka tidak mengizinkan [wartawan masuk ke Gaza]. Tapi, Anda tahu, kita berada di perahu yang sama, jurnalis Israel tidak diizinkan pergi ke sana.

“Dan saya pikir alasannya adalah dengan cara ini mereka dapat menyalahkan media internasional atas berita palsu. Seperti yang dikatakan Netanyahu, dia menuduh media menceritakan kisah tentang kelaparan yang tidak ada,” tambah Eldar, merujuk pada konferensi pers perdana menteri Israel kemarin.

Dia mencatat bahwa jurnalis internasional telah mengajukan banding ke Mahkamah Agung Israel atas larangan tersebut, tetapi pengadilan “menunda-nunda selama berbulan-bulan” dan tidak akan menyidangkan kasus tersebut hingga Oktober, memberikan pemerintah “perlindungan penuh”.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Dituduh Trump Campuri...
Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China
Rekomendasi
Selamat Datang Piala...
Selamat Datang Piala Dunia 2030: Pesta Sepak Bola 6 Negara dan 3 Benua!
5 Tips Atasi Craving...
5 Tips Atasi Craving ala Menkes, Tetap Makan Enak dan Sehat
Genting Highlands Segera...
Genting Highlands Segera Punya Hotel Extended Stay Terbesar, Buka Mulai 2028
Berita Terkini
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
Dana Pensiun ASN Malaysia...
Dana Pensiun ASN Malaysia Rp717 Miliar Lenyap dalam Skandal eFishery, KPK Negeri Jiran Turun Tangan
Mengapa Inggris Tolak...
Mengapa Inggris Tolak Serahkan 31 Ton Emas Venezuela? Padahal Maduro Sudah Lengser
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved