Negara Tetangga Indonesia Akan Akui Negara Palestina, Selandia Baru Juga Menyusul

Senin, 11 Agustus 2025 - 15:30 WIB
loading...
Negara Tetangga Indonesia...
Negara tetangga Indonesia akan mengakui Palestina. Foto/X/@SandraEckersley
A A A
SYDNEY - Australia mengakui negara Palestina pada bulan September, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengumumkan. Albanese mengatakan pada Senin bahwa pemerintahnya akan mengumumkan langkah tersebut secara resmi ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) bertemu di New York.

“Solusi dua negara adalah harapan terbaik umat manusia untuk memutus siklus kekerasan di Timur Tengah dan mengakhiri konflik, penderitaan, dan kelaparan di Gaza,” kata Albanese dalam konferensi pers di Canberra, dilansir Al Jazeera.

Pengumuman Australia ini muncul ketika Kanada, Prancis, dan Inggris Raya bersiap untuk secara resmi mengakui Palestina pada pertemuan bulan depan, bergabung dengan sebagian besar negara anggota PBB.

Pengumuman ini juga terjadi sekitar seminggu setelah ratusan ribu warga Australia berbaris melintasi Jembatan Pelabuhan Sydney untuk memprotes perang Israel di Jalur Gaza.

Berbicara sehari setelah protes tersebut, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC) bahwa "ada risiko tidak akan ada lagi Palestina yang diakui."

Baca Juga: Mengapa Kecaman Global Pencaplokan Gaza Tak Berpengaruh pada Israel?

"Sehubungan dengan pengakuan, saya telah mengatakan selama lebih dari setahun, ini masalah waktu, bukan apakah," tambah Wong.

Partai Liberal yang beroposisi mengkritik langkah tersebut, dengan mengatakan hal itu membuat Australia berselisih dengan Amerika Serikat, sekutu terdekatnya, dan membatalkan konsensus bipartisan bahwa tidak boleh ada pengakuan selama Hamas masih menguasai Gaza.

"Terlepas dari pernyataannya hari ini, kenyataannya adalah Anthony Albanese telah berkomitmen untuk mengakui Palestina selama para sandera masih berada di terowongan di bawah Gaza dan dengan Hamas masih mengendalikan penduduk Gaza. Tidak ada yang dikatakannya hari ini yang mengubah fakta itu," kata pemimpin Partai Liberal Sussan Ley dalam sebuah pernyataan.

"Mengakui negara Palestina sebelum pengembalian sandera dan kekalahan Hamas, seperti yang dilakukan Pemerintah saat ini, berisiko memberikan Hamas salah satu tujuan strategisnya, yaitu terorisme mengerikan pada 7 Oktober."

Partai Hijau Australia, partai terbesar keempat di parlemen, menyambut baik langkah untuk mengakui Palestina, tetapi mengatakan pengumuman tersebut tidak memenuhi "seruan kuat dari publik Australia agar pemerintah mengambil tindakan material".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
10 Negara Paling Cocok...
10 Negara Paling Cocok untuk Solo Traveling, Aman dan Ramah Wisatawan
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Garda Revolusi Iran...
Garda Revolusi Iran Sudah di Yaman, Siap Blokade Laut Merah
Rekomendasi
Paripurna DPR Setujui...
Paripurna DPR Setujui Wahidah Suaib Jadi Anggota Ombudsman Pengganti Hery Susanto
Bukan Sakit Biasa, Mas...
Bukan Sakit Biasa, Mas Den Ungkap Kejanggalan sebelum Ayahnya Meninggal
Aktivis Pemuda Apresiasi...
Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol
Berita Terkini
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved