Negara Tetangga Indonesia Akan Akui Negara Palestina, Selandia Baru Juga Menyusul

Senin, 11 Agustus 2025 - 15:30 WIB
loading...
A A A
"Jutaan warga Australia telah turun ke jalan, termasuk 300.000 orang di Sydney akhir pekan lalu, menyerukan sanksi dan diakhirinya perdagangan senjata dengan Israel. Pemerintah Albanese masih mengabaikan seruan ini," kata Senator David Shoebridge, juru bicara partai tersebut untuk urusan luar negeri, dalam sebuah pernyataan.

Jaringan Advokasi Palestina Australia (APAN) juga mengkritik pengumuman tersebut, menyebutnya sebagai "kedok politik, membiarkan genosida dan apartheid Israel berlanjut tanpa perlawanan, dan mengalihkan perhatian dari keterlibatan Australia dalam kejahatan perang Israel melalui perdagangan senjata dan komponen yang sedang berlangsung".

"Hak-hak Palestina bukanlah hadiah yang diberikan oleh negara-negara Barat. Hak-hak tersebut tidak bergantung pada negosiasi dengan, atau perilaku atau persetujuan dari para penindas kolonial mereka," kata APAN dalam sebuah pernyataan.

Menurut Albanese, keputusan Australia untuk [engakuan hak Palestina atas negara mereka sendiri akan "didasarkan pada komitmen yang telah diterima Australia dari Otoritas Palestina (PA)".

"Komitmen yang terperinci dan signifikan" ini mencakup penegasan kembali PA bahwa mereka "mengakui hak Israel untuk hidup dalam damai dan aman" dan berkomitmen untuk "mendemiliterisasi dan menyelenggarakan pemilihan umum", ujar Albanese saat mengumumkan keputusan tersebut.

PA adalah badan pemerintahan yang telah mengawasi sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel sejak pertengahan tahun 1990-an.

PA tidak menyelenggarakan pemilihan parlemen sejak tahun 2006 dan telah dikritik oleh beberapa warga Palestina karena membantu Israel mempertahankan kontrol ketat atas penduduk di Tepi Barat.

Albanese mengatakan komitmen yang diperoleh Australia merupakan "kesempatan untuk mewujudkan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Palestina dengan cara yang mengisolasi Hamas, melucuti senjatanya, dan mengusirnya dari wilayah tersebut untuk selamanya".

Hamas telah berkuasa di Jalur Gaza sejak 2007, ketika mereka sempat berperang melawan pasukan yang setia kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters mengatakan pada hari Senin bahwa kabinet negaranya akan membuat keputusan resmi tentang kenegaraan Palestina pada bulan September.

“Beberapa mitra dekat Selandia Baru telah memilih untuk mengakui negara Palestina, dan beberapa tidak,” kata Peters dalam sebuah pernyataan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dikhawatirkan Akan Diserahkan ke Israel
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Kebakaran Hutan Dahsyat...
Kebakaran Hutan Dahsyat Menyebar di Prancis, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi
Nah, Diam-Diam Bahrain...
Nah, Diam-Diam Bahrain dan Kuwait Ikut Serang Iran
Rekomendasi
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Berita Terkini
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved