Panglima Militer Israel Marah Rencana Netanyahu Caplok Gaza

Sabtu, 09 Agustus 2025 - 14:14 WIB
loading...
Panglima Militer Israel...
Panglima militer Israel marah atas rencana akuisisi Gaza. Foto/X/@julianeajn
A A A
GAZA - Panglima militer Israel , Eyal Zamir, disebut-sebut "marah" kepada para menteri Israel yang menyetujui rencana penguasaan Kota Gaza. Insiden itu di tengah rencana Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu akuisisi Kota Gaza.

Otoritas Penyiaran Israel melaporkan, Zamir mengatakan bahwa ia tidak bermaksud membahayakan nyawa para tawanan. Laporan itu juga mengutip sumber-sumber di lembaga pertahanan yang menentang keputusan tersebut.

"Kami akan mencapai kendali operasional di Gaza, lalu apa setelahnya? Ini adalah bencana. Ini adalah metode aksi militer yang disukai Hamas," kata seorang sumber, dilansir Al Jazeera.

Laporan tersebut mengatakan bahwa rencana tersebut mencakup isolasi Kota Gaza, evakuasi paksa lebih dari satu juta orang ke daerah-daerah baru yang perlu dibangun, dan pembangunan 12 lokasi distribusi makanan baru – semuanya paling lambat 7 Oktober tahun ini. Setelah fase pertama kesepakatan ini tercapai, Angkatan Darat akan menguasai kota tersebut, tambahnya.

Sebelumnya, Israel mengatakan mereka akan mengintensifkan perang 22 bulannya dengan Hamas dengan mengambil alih Kota Gaza, yang menimbulkan kekhawatiran bagi warga sipil Palestina dan sandera Israel yang masih ditahan di Gaza, dan memperbarui tekanan internasional untuk mengakhiri konflik.

Perang udara dan darat Israel telah menewaskan puluhan ribu orang di Gaza, membuat sebagian besar penduduk mengungsi, menghancurkan wilayah yang luas, dan mendorong wilayah tersebut ke ambang kelaparan. Waktu operasi darat besar lainnya masih belum jelas. Operasi ini kemungkinan akan membutuhkan mobilisasi ribuan pasukan dan evakuasi paksa warga sipil, yang hampir pasti akan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza.

Seorang pejabat yang mengetahui rencana untuk mengambil alih Kota Gaza mengatakan operasi tersebut akan "bertahap" dan belum ada tanggal mulai. Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim untuk membahas hal-hal sensitif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Israel Marah usai Diserang...
Israel Marah usai Diserang Rudal Iran: Teheran Harus Terbakar!
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Penumpang Ngamuk Berusaha...
Penumpang Ngamuk Berusaha Serang Pilot, Pesawat Mendarat Darurat
Rekomendasi
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Berita Terkini
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Israel Marah usai Diserang...
Israel Marah usai Diserang Rudal Iran: Teheran Harus Terbakar!
Iran Merudal Israel,...
Iran Merudal Israel, Trump Cegah Zionis Balas Serangan
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved