Selain Picu Tsunami 4 Meter, Gempa Rusia Bangunkan Gunung Berapi yang Tertidur 600 Tahun

Minggu, 03 Agustus 2025 - 21:05 WIB
loading...
Selain Picu Tsunami...
Selain picu tsunami 4 meter, gempa di Kamchatka, Rusia, juga telah bangunkan Gunung Berapi Krasheninnikov yang tertidur 600 tahun. Foto/X @volcaholic1
A A A
MOSKOW - Gunung Berapi Krasheninnikov di Kamchatka meletus pada Rabu malam lalu setelah gempa magnitudo 8,8 mengguncang wilayah Rusia tersebut. Itu adalah letusan pertama gunung tersebut setelah "tertidur" 600 tahun.

"Ini adalah letusan Gunung Berapi Krasheninnikov pertama yang terkonfirmasi secara historis dalam 600 tahun," kata Olga Girina, kepala Tim Tanggap Erupsi Gunung Berapi Kamchatka, seperti dikutip dari kantor berita RIA, Minggu (3/8/2025).

Dia menambahkan bahwa letusan tersebut kemungkinan besar terkait dengan gempa bumi pada hari Rabu yang memicu tsunami 3 hingga 4 meter di pesisir Kamchatka. Itu juga memicu peringatan tsunami hingga Polinesia Prancis dan Chile, dan diikuti oleh letusan Klyuchevskoy, gunung berapi paling aktif di Semenanjung Kamchatka.

Baca Juga: Gunung Berapi Rusia Meletus usai Diguncang Gempa M 8,8 dan Tsunami 4 Meter

"Turunnya lava panas yang membara teramati di lereng barat. Cahaya yang kuat di atas gunung berapi, ledakan," tulis Layanan Geosifika Serikat dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia dalam sebuah pernyataan di Telegram pada Kamis lalu.

Terletak sekitar 450 km (280 mil) di utara ibu kota regional, Petropavlovsk-Kamchatsky, Klyuchevskoy adalah salah satu gunung berapi tertinggi di dunia.

Gempa bumi bermagnitdo 8,8 yang terjadi di lepas pantai Kamchatka telah merusak sejumlah bangunan dan melukai beberapa orang di wilayah terpencil Rusia tersebut, tetapi tidak ada laporan korban jiwa.

Di kanal Telegram Institut Vulkanologi dan Seismologi, Girina mengatakan bahwa efusi lava terakhir Krasheninnikov terjadi pada tahun 1463, dan tidak ada letusan yang diketahui sejak saat itu.

Cabang Kamchatka dari Kementerian Layanan Darurat Rusia mengatakan bahwa gumpalan abu setinggi 6.000 meter (3,7 mil) telah tercatat setelah letusan gunung berapi tersebut. Gunung berapi itu sendiri memiliki ketinggian 1.856 meter.

"Awan abu telah bergerak ke arah timur, menuju Samudra Pasifik. Tidak ada area berpenduduk di sepanjang jalurnya," kata kementerian tersebut melalui Telegram.

Letusan gunung berapi itu telah diberi kode penerbangan oranye, yang menunjukkan peningkatan risiko bagi pesawat, kata kementerian tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Meksiko vs Korea Selatan...
Meksiko vs Korea Selatan Buntu di Babak Pertama
Babak Baru Ijazah Jokowi,...
Babak Baru Ijazah Jokowi, Kala Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Segera Disidang?
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
Berita Terkini
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Infografis
Erebus, Gunung Berapi...
Erebus, Gunung Berapi yang Memuntahkan Emas Setiap Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved