25 Negara Paling Dermawan, Indonesia Peringkat Berapa?
Sabtu, 02 Agustus 2025 - 11:42 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 5 Sekutu Israel yang Berkomitmen untuk Mengakui Negara Palestina
Laporan ini juga mengungkap motivasi utama menyumbang adalah "peduli pada isu sosial atau ingin membuat perubahan" (65%). Sebanyak 31% responden menyebut “kewajiban moral” sebagai alasan menyumbang, sementara 29% responden lainnya didorong oleh agama.
Donatur yang menyumbang karena motivasi agama rata-rata memberikan donasi dua kali lebih besar dan mendukung lebih banyak tujuan atau misi sosial. Dalam hal kegiatan kerelawanan (volunterisme), sekitar 26% responden terlibat dalam kegiatan kerelawanan pada 2024, dengan rata-rata lama waktu relawan sekitar 9 jam per orang. Warga di Negara-negara Afrika memiliki proporsi relawan tertinggi dengan melakukan kegiatan kerelawanan rata-rata 14 jam 30 menit, sedangkan warga di benua Eropa menyumbangkan kerelawanan terendah (sekitar 6 jam 30 menit).
Terkait kegiatan kedermawanan di Indonesia, WGR 2025 melaporkan bahwa Indonesia memiliki profil kedermawanan yang kuat di tingkat global dengan menempati posisi ke-21 dari 101 negara yang disurvai dengan proporsi pendapatan yang didonasikan sebesar rata-rata 1,55%.
Angka ini menempatkan donasi Indonesia di atas rata-rata global (1,04%) dan mengungguli banyak negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Donasi di Indonesia umumnya disalurkan secara langsung kepada individu yang membutuhkan dan melalui lembaga amal dan organisasi keagamaan yang mencerminkan keberagaman cara memberi yang luas.
Selain itu, masyarakat Indonesia cenderung mendukung berbagai tujuan donasi, dengan rata-rata pemberian ke 3-4 tujuan berbeda. Pengentasan kemiskinan, perlindungan anak-anak/remaja, serta bantuan kemanusiaan merupakan program yang banyak disumbang di Indonesia.
Laporan ini juga mengungkap motivasi utama menyumbang adalah "peduli pada isu sosial atau ingin membuat perubahan" (65%). Sebanyak 31% responden menyebut “kewajiban moral” sebagai alasan menyumbang, sementara 29% responden lainnya didorong oleh agama.
Donatur yang menyumbang karena motivasi agama rata-rata memberikan donasi dua kali lebih besar dan mendukung lebih banyak tujuan atau misi sosial. Dalam hal kegiatan kerelawanan (volunterisme), sekitar 26% responden terlibat dalam kegiatan kerelawanan pada 2024, dengan rata-rata lama waktu relawan sekitar 9 jam per orang. Warga di Negara-negara Afrika memiliki proporsi relawan tertinggi dengan melakukan kegiatan kerelawanan rata-rata 14 jam 30 menit, sedangkan warga di benua Eropa menyumbangkan kerelawanan terendah (sekitar 6 jam 30 menit).
Terkait kegiatan kedermawanan di Indonesia, WGR 2025 melaporkan bahwa Indonesia memiliki profil kedermawanan yang kuat di tingkat global dengan menempati posisi ke-21 dari 101 negara yang disurvai dengan proporsi pendapatan yang didonasikan sebesar rata-rata 1,55%.
Angka ini menempatkan donasi Indonesia di atas rata-rata global (1,04%) dan mengungguli banyak negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Donasi di Indonesia umumnya disalurkan secara langsung kepada individu yang membutuhkan dan melalui lembaga amal dan organisasi keagamaan yang mencerminkan keberagaman cara memberi yang luas.
Selain itu, masyarakat Indonesia cenderung mendukung berbagai tujuan donasi, dengan rata-rata pemberian ke 3-4 tujuan berbeda. Pengentasan kemiskinan, perlindungan anak-anak/remaja, serta bantuan kemanusiaan merupakan program yang banyak disumbang di Indonesia.
Lihat Juga :