Ratusan Pemukim Israel Berbondong-bondong Menuju Gaza: 'Ini Milik Kami Selamanya'
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
"Hanya ketika kami berpegang teguh pada tanah, pada butiran pasir, tentara akan mengibarkan bendera putih," katanya.
Kelompok-kelompok sayap kanan bergabung dalam massa pemukim tersebut, berbaris menuju perbatasan sambil meneriakkan: "Gaza, milik kami selamanya!"
Dengan pengeras suara meraung-raung, mereka mengatakan: "Cara mengalahkan Hamas adalah dengan merebut kembali tanah kami."
Sebagian besar wilayah Gaza telah hancur akibat serangan Israel yang dilancarkan sebagai respons atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang.
Lebih dari 60.000 warga Palestina telah tewas sejak saat itu, menurut Kementerian Kesehatan wilayah Gaza yang dikuasai Hamas. LSM internasional menuduh Israel menggusur paksa warga sipil dan melakukan kejahatan perang—beberapa di antaranya menuduh genosida, tuduhan yang dibantah keras Israel.
Kebijakan resmi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu adalah bahwa operasi Gaza dilancarkan untuk menghancurkan Hamas dan menyelamatkan sandera Israel—bukan untuk memulihkan permukiman Israel di Gaza.
Namun, para calon pemukim mengatakan mereka telah berunding dengan anggota garis keras dari koalisi yang berkuasa dan yakin mungkin ada peluang politik, meskipun pendudukan kembali dianggap ilegal menurut hukum internasional.
Mereka semakin bersemangat minggu ini ketika Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, dalam pidatonya di museum Gush Katif, menyatakan: "Ini lebih dekat dari sebelumnya. Ini rencana kerja yang realistis."
Kelompok-kelompok sayap kanan bergabung dalam massa pemukim tersebut, berbaris menuju perbatasan sambil meneriakkan: "Gaza, milik kami selamanya!"
Dengan pengeras suara meraung-raung, mereka mengatakan: "Cara mengalahkan Hamas adalah dengan merebut kembali tanah kami."
"Tanah yang Dijanjikan untuk Yahudi"
Sebagian besar wilayah Gaza telah hancur akibat serangan Israel yang dilancarkan sebagai respons atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang.
Lebih dari 60.000 warga Palestina telah tewas sejak saat itu, menurut Kementerian Kesehatan wilayah Gaza yang dikuasai Hamas. LSM internasional menuduh Israel menggusur paksa warga sipil dan melakukan kejahatan perang—beberapa di antaranya menuduh genosida, tuduhan yang dibantah keras Israel.
Kebijakan resmi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu adalah bahwa operasi Gaza dilancarkan untuk menghancurkan Hamas dan menyelamatkan sandera Israel—bukan untuk memulihkan permukiman Israel di Gaza.
Namun, para calon pemukim mengatakan mereka telah berunding dengan anggota garis keras dari koalisi yang berkuasa dan yakin mungkin ada peluang politik, meskipun pendudukan kembali dianggap ilegal menurut hukum internasional.
Mereka semakin bersemangat minggu ini ketika Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, dalam pidatonya di museum Gush Katif, menyatakan: "Ini lebih dekat dari sebelumnya. Ini rencana kerja yang realistis."
Lihat Juga :