Ratusan Pemukim Israel Berbondong-bondong Menuju Gaza: 'Ini Milik Kami Selamanya'
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
"Kami tidak mengorbankan semua ini untuk memindahkan Gaza dari satu orang Arab ke orang Arab lainnya. Gaza adalah bagian tak terpisahkan dari tanah Israel," ujarnya.
"Saya tidak ingin kembali ke Gush Katif—terlalu kecil. Gaza perlu jauh lebih besar. Gaza hari ini memungkinkan kita untuk berpikir sedikit lebih besar," paparnya.
Massa pemukim Israel mendengarnya.
"Saya beriman kepada Tuhan dan kepada pemerintah," kata Sharon Emouna (58), yang datang dari permukimannya di Tepi Barat--wilayah Palestina yang diduduki Israel—untuk mendukung gerakan kembali ke Gaza.
"Saya di sini hanya untuk mendukung, untuk mengatakan bahwa tanah Israel dijanjikan kepada orang-orang Yahudi dan merupakan hak kami untuk menetap di sana," ujarnya.
Jika ada warga Palestina yang ingin tetap tinggal di Gaza, imbuh Emouna, mereka akan diuntungkan dengan tinggal berdampingan dengan para pemukim.
Namun, pada hari Rabu, tentara Israel-lah yang menghalangi jalan pintas terakhir menuju Gaza, melintasi lanskap gersang berupa semak belukar rendah yang terbakar matahari musim panas.
Sejumlah keluarga pemukim Israel terus berdatangan mendekati perbatasan, cukup dekat untuk melihat siluet apokaliptik rumah-rumah Palestina yang hancur akibat pertempuran— dan, mungkin, apa yang mereka harapkan akan menjadi rumah mereka kembali.
"Saya tidak ingin kembali ke Gush Katif—terlalu kecil. Gaza perlu jauh lebih besar. Gaza hari ini memungkinkan kita untuk berpikir sedikit lebih besar," paparnya.
Massa pemukim Israel mendengarnya.
"Saya beriman kepada Tuhan dan kepada pemerintah," kata Sharon Emouna (58), yang datang dari permukimannya di Tepi Barat--wilayah Palestina yang diduduki Israel—untuk mendukung gerakan kembali ke Gaza.
"Saya di sini hanya untuk mendukung, untuk mengatakan bahwa tanah Israel dijanjikan kepada orang-orang Yahudi dan merupakan hak kami untuk menetap di sana," ujarnya.
Jika ada warga Palestina yang ingin tetap tinggal di Gaza, imbuh Emouna, mereka akan diuntungkan dengan tinggal berdampingan dengan para pemukim.
Namun, pada hari Rabu, tentara Israel-lah yang menghalangi jalan pintas terakhir menuju Gaza, melintasi lanskap gersang berupa semak belukar rendah yang terbakar matahari musim panas.
Sejumlah keluarga pemukim Israel terus berdatangan mendekati perbatasan, cukup dekat untuk melihat siluet apokaliptik rumah-rumah Palestina yang hancur akibat pertempuran— dan, mungkin, apa yang mereka harapkan akan menjadi rumah mereka kembali.
(mas)
Lihat Juga :