Ratusan Pemukim Israel Berbondong-bondong Menuju Gaza: 'Ini Milik Kami Selamanya'

Jum'at, 01 Agustus 2025 - 14:45 WIB
loading...
Ratusan Pemukim Israel...
Ratusan pemukim Israel berbondong-bondong menuju Jalur Gaza. Mereka mengeklaim kepemilikan wilayah Palestina tersebut. Foto/@menahemkahana
A A A
GAZA - Ratusan pemukim Israel telah berbondong-bondong menuju wilayah Jalur Gaza yang hancur akibat invasi brutal militer Zionis sejak Oktober 2023. Mereka mengeklaim kepemilikan wilayah kantong Palestina tersebut dan bertekad untuk menetap di sana.

Mengibarkan bendera Israel di samping spanduk oranye Gush Katif—sebuah blok permukiman yang dibongkar pada tahun 2005—ratusan pemukim tersebut berjalan sejak Rabu dari kota Sderot ke titik pengamatan Asaf Siboni, yang menghadap ke reruntuhan Beit Hanun, Gaza.

Penarikan Israel dari Gaza 20 tahun yang lalu mengakhiri 38 tahun kehadiran militer Zionis. Sekitar 8.000 pemukim dievakuasi dan 21 komunitas dihancurkan.

Baca Juga: Menyayat Hati, Bocah Gaza Cium Tangan Petugas Bantuan lalu Ditembak Mati Tentara Israel

Namun, kelompok sayap kanan yang vokal tidak pernah menyerah pada impian untuk kembali—dan kini, di tengah perang dengan Hamas dan kelompok garis keras berada di pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, beberapa orang dari pemukim itu percaya waktunya sudah tepat.

Para veteran Gush Katif telah bergabung dengan generasi baru calon pemukim yang siap pindah jika tentara Israel tidak menghalangi mereka.

"Sebagai sebuah gerakan, 1.000 keluarga—Anda melihat mereka hari ini berbaris—kami siap untuk pindah sekarang, sebagaimana keadaannya, dan untuk tinggal di tenda-tenda," kata Daniella Weiss (79), mantan wali kota permukiman Kedumim, Tepi Barat.

"Kami siap bersama anak-anak kami untuk segera pindah ke wilayah Gaza, karena kami percaya inilah cara untuk membawa ketenangan, kedamaian, untuk mengakhiri Hamas," katanya kepada AFP.

"Hanya ketika kami berpegang teguh pada tanah, pada butiran pasir, tentara akan mengibarkan bendera putih," katanya.

Kelompok-kelompok sayap kanan bergabung dalam massa pemukim tersebut, berbaris menuju perbatasan sambil meneriakkan: "Gaza, milik kami selamanya!"

Dengan pengeras suara meraung-raung, mereka mengatakan: "Cara mengalahkan Hamas adalah dengan merebut kembali tanah kami."

"Tanah yang Dijanjikan untuk Yahudi"


Sebagian besar wilayah Gaza telah hancur akibat serangan Israel yang dilancarkan sebagai respons atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang.

Lebih dari 60.000 warga Palestina telah tewas sejak saat itu, menurut Kementerian Kesehatan wilayah Gaza yang dikuasai Hamas. LSM internasional menuduh Israel menggusur paksa warga sipil dan melakukan kejahatan perang—beberapa di antaranya menuduh genosida, tuduhan yang dibantah keras Israel.

Kebijakan resmi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu adalah bahwa operasi Gaza dilancarkan untuk menghancurkan Hamas dan menyelamatkan sandera Israel—bukan untuk memulihkan permukiman Israel di Gaza.

Namun, para calon pemukim mengatakan mereka telah berunding dengan anggota garis keras dari koalisi yang berkuasa dan yakin mungkin ada peluang politik, meskipun pendudukan kembali dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Mereka semakin bersemangat minggu ini ketika Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, dalam pidatonya di museum Gush Katif, menyatakan: "Ini lebih dekat dari sebelumnya. Ini rencana kerja yang realistis."

"Kami tidak mengorbankan semua ini untuk memindahkan Gaza dari satu orang Arab ke orang Arab lainnya. Gaza adalah bagian tak terpisahkan dari tanah Israel," ujarnya.

"Saya tidak ingin kembali ke Gush Katif—terlalu kecil. Gaza perlu jauh lebih besar. Gaza hari ini memungkinkan kita untuk berpikir sedikit lebih besar," paparnya.

Massa pemukim Israel mendengarnya.

"Saya beriman kepada Tuhan dan kepada pemerintah," kata Sharon Emouna (58), yang datang dari permukimannya di Tepi Barat--wilayah Palestina yang diduduki Israel—untuk mendukung gerakan kembali ke Gaza.

"Saya di sini hanya untuk mendukung, untuk mengatakan bahwa tanah Israel dijanjikan kepada orang-orang Yahudi dan merupakan hak kami untuk menetap di sana," ujarnya.

Jika ada warga Palestina yang ingin tetap tinggal di Gaza, imbuh Emouna, mereka akan diuntungkan dengan tinggal berdampingan dengan para pemukim.

Namun, pada hari Rabu, tentara Israel-lah yang menghalangi jalan pintas terakhir menuju Gaza, melintasi lanskap gersang berupa semak belukar rendah yang terbakar matahari musim panas.

Sejumlah keluarga pemukim Israel terus berdatangan mendekati perbatasan, cukup dekat untuk melihat siluet apokaliptik rumah-rumah Palestina yang hancur akibat pertempuran— dan, mungkin, apa yang mereka harapkan akan menjadi rumah mereka kembali.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Gol Kilat Brian Cipenga Kejutkan The Three Lions
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved