Hizbullah Menolak Lucuti Senjata: Kami Tidak Akan Tunduk pada Israel
Kamis, 31 Juli 2025 - 18:46 WIB
loading...
A
A
A
Lebanon di Persimpangan Jalan
Qassem memperingatkan Lebanon menghadapi ancaman eksistensial tidak hanya dari "Israel" tetapi juga dari Negara Islam (ISIS) dan Amerika Serikat, yang menurutnya sedang mendorong apa yang disebut "Timur Tengah Baru".
Ia mengenang asal-usul Perlawanan, yang lahir untuk mengimbangi keterbatasan tentara dan kini membentuk "trinitas" fundamental: tentara, rakyat, dan Perlawanan.
Trinitas ini, menurutnya, bukan sekadar retorika, tetapi merupakan komponen yang terbukti dalam proses pembangunan negara Lebanon.
Kedaulatan dan Pembebasan
Qassem menjelaskan upaya Hizbullah mengikuti dua jalur—melawan pendudukan dan membangun lembaga-lembaga negara melalui representasi rakyat yang autentik.
Kedua tujuan tersebut, katanya, berjalan beriringan dan tidak boleh dianggap saling eksklusif.
Ia menggarisbawahi bahwa Perlawanan tetap aktif di semua bidang—militer, sosial, dan politik—yang justru menjadi alasan mengapa Israel terus melanggar gencatan senjata, karena kampanye militernya gagal menundukkan Hizbullah.
Sekretaris Jenderal Hizbullah menyatakan Lebanon harus memilih antara dua masa depan: kedaulatan, kemerdekaan, dan pembebasan, atau penaklukan melalui pendudukan asing.
"Di antara dua pilihan ini, kita berdiri teguh pada kedaulatan, kemerdekaan, dan pembebasan," ujarnya.
Seruan Solidaritas Global
Beralih ke Gaza, Qassem mengecam perang Israel yang sedang berlangsung sebagai genosida, menuduh Tel Aviv dan Washington "melakukan kekejaman sistematis setiap hari di wilayah kantong tersebut."
Ia menyerukan perlawanan internasional yang bersatu terhadap apa yang ia sebut sebagai tirani Israel, dan menegaskan hal itu merupakan ancaman bagi seluruh umat manusia.
Baca juga: Amir Berjalan 12 km untuk Mendapat Makanan dan Ditembak Mati Tentara Israel di Jebakan Maut Gaza
(sya)
Lihat Juga :