Hizbullah Menolak Lucuti Senjata: Kami Tidak Akan Tunduk pada Israel
Kamis, 31 Juli 2025 - 18:46 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun demikian, ia memperingatkan diskusi semacam itu tidak dapat dilakukan di bawah tekanan, karena pada akhirnya "melayani kepentingan Israel, alih-alih kedaulatan Lebanon."
"Kami tidak akan menerima Lebanon dianeksasi ke Israel bahkan jika seluruh dunia bersatu melawan kami, dan kami tidak akan menerima Lebanon disandera selama masih ada satu jiwa yang hidup di antara kami," tegas Qassem.
Ia kemudian mempertanyakan kewajaran gencatan senjata saat ini, dengan mengatakan gencatan senjata tersebut mengamankan permukiman Israel di utara tetapi gagal menjamin keamanan Lebanon.
Ia menambahkan serangan, pembunuhan, dan serangan udara Israel terus berlanjut dengan tujuan memperluas pendudukan dan membangun permukiman setelah Hizbullah dilucuti.
Qassem menolak klaim bahwa Hizbullah melemahkan negara Lebanon, dan justru berargumen Perlawanan selalu memperkuat institusi nasional.
Ia mempertanyakan logika menuntut kelompok tersebut menyerahkan senjatanya, "Apakah negara berhak mengatakan tidak dapat membela rakyatnya, lalu menuntut kami menyerahkan senjata kami hanya agar mereka dihancurkan oleh Israel?"
Ia menegaskan kepatuhan Hizbullah terhadap perjanjian gencatan senjata dan mengatakan mengaitkannya dengan perlucutan senjata tidak dapat diterima, "Masalah senjata murni masalah internal."
Menanggapi mereka yang mendorong perlucutan senjata, Qassem berkata, "Hentikan agresi, hentikan pesawat tempur, kembalikan tawanan, dan biarkan Israel menarik diri dari wilayah yang didudukinya, lalu, mari kita lihat apakah situasinya stabil, dan setelah itu, Anda akan mendapatkan dialog terbaik dan tanggapan paling konstruktif dari kami."
Ia juga mendesak negara Lebanon mengambil alih upaya rekonstruksi, terlepas dari hambatan atau tekanan Amerika terhadap negara-negara Arab.
Rekonstruksi, katanya, harus diperlakukan sebagai prioritas nasional dan langkah menuju pemulihan ekonomi.
Menyerukan persatuan, Qassem mendorong seluruh rakyat Lebanon merangkul semboyan nasional, "Mari kita usir Israel melalui solidaritas kita dan bangun kembali tanah air kita bersama-sama bergandengan tangan."
"Kami tidak akan menerima Lebanon dianeksasi ke Israel bahkan jika seluruh dunia bersatu melawan kami, dan kami tidak akan menerima Lebanon disandera selama masih ada satu jiwa yang hidup di antara kami," tegas Qassem.
Ia kemudian mempertanyakan kewajaran gencatan senjata saat ini, dengan mengatakan gencatan senjata tersebut mengamankan permukiman Israel di utara tetapi gagal menjamin keamanan Lebanon.
Ia menambahkan serangan, pembunuhan, dan serangan udara Israel terus berlanjut dengan tujuan memperluas pendudukan dan membangun permukiman setelah Hizbullah dilucuti.
Senjata Hizbullah Memperkuat Negara
Qassem menolak klaim bahwa Hizbullah melemahkan negara Lebanon, dan justru berargumen Perlawanan selalu memperkuat institusi nasional.
Ia mempertanyakan logika menuntut kelompok tersebut menyerahkan senjatanya, "Apakah negara berhak mengatakan tidak dapat membela rakyatnya, lalu menuntut kami menyerahkan senjata kami hanya agar mereka dihancurkan oleh Israel?"
Ia menegaskan kepatuhan Hizbullah terhadap perjanjian gencatan senjata dan mengatakan mengaitkannya dengan perlucutan senjata tidak dapat diterima, "Masalah senjata murni masalah internal."
Menanggapi mereka yang mendorong perlucutan senjata, Qassem berkata, "Hentikan agresi, hentikan pesawat tempur, kembalikan tawanan, dan biarkan Israel menarik diri dari wilayah yang didudukinya, lalu, mari kita lihat apakah situasinya stabil, dan setelah itu, Anda akan mendapatkan dialog terbaik dan tanggapan paling konstruktif dari kami."
Ia juga mendesak negara Lebanon mengambil alih upaya rekonstruksi, terlepas dari hambatan atau tekanan Amerika terhadap negara-negara Arab.
Rekonstruksi, katanya, harus diperlakukan sebagai prioritas nasional dan langkah menuju pemulihan ekonomi.
Menyerukan persatuan, Qassem mendorong seluruh rakyat Lebanon merangkul semboyan nasional, "Mari kita usir Israel melalui solidaritas kita dan bangun kembali tanah air kita bersama-sama bergandengan tangan."
Lihat Juga :