Israel Incar F-47 AS karena Arab Saudi Inginkan Jet Tempur Siluman F-35
Selasa, 29 Juli 2025 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
Laporan media Israel sebelumnya mengisyaratkan bahwa rezim Zionis sedang melobi pemerintahan Trump untuk memblokir upaya Erdogan tersebut.
Secara terpisah, Reuters sebelumnya melaporkan bahwa AS dan Arab Saudi membahas potensi pembelian F-35 Lightning II oleh Riyadh.
UEA, Qatar, dan Arab Saudi baru-baru ini menandatangani kesepakatan bernilai miliaran dolar dengan AS, yang tampaknya merupakan upaya untuk mengesankan pemerintahan Trump dan mendapatkan F-35 sebagai imbalannya.
UEA dan Kerajaan Arab Saudi telah melakukan berbagai upaya untuk memperoleh pesawat tersebut sejak 2017. Sedangkan Qatar mengajukan permintaan resmi untuk pesawat tersebut pada tahun 2020.
Para pejabat keamanan Israel mengatakan kepada sebuah publikasi lokal, Walla, bahwa meskipun perundingan masih berlangsung, penjualan apa pun akan memerlukan persetujuan pemerintah AS. Sekalipun pemerintah AS menyetujui prosesnya, pembeli tetap harus mengajukan permintaan resmi untuk persetujuan Kongres.
Laporan tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa jika pemerintah AS menyetujui penjualan tersebut dan diizinkan oleh Kongres, Israel harus "mempertimbangkan kembali strateginya."
Laporan itu tidak mengungkapkan opsi yang akan dipertimbangkan pemerintah Israel untuk mempertahankan keunggulan militernya. Namun, disebutkan bahwa Kementerian Pertahanan Israel sedang memantau secara ketat proyek jet tempur F-47, sebuah pesawat generasi keenam.
Jika sejarah dapat dijadikan acuan, Amerika Serikat jarang mengambil keputusan yang bertentangan dengan kepentingan Israel, yang mungkin menjadi salah satu alasan mengapa Turki, Arab Saudi, dan UEA sejauh ini ditolak untuk mendapatkan F-35 meskipun telah berupaya sebaik mungkin.
Pengaruh Israel terhadap politik dan kebijakan luar negeri AS baru-baru ini ditunjukkan ketika pemerintahan Trump memasuki perang melawan Iran dan mengebom fasilitas nuklirnya, meskipun ada penentangan terhadap langkah tersebut di kubu Republiknya.
Jika Trump memutuskan untuk menyetujui penjualan F-35 kepada sekutu regional lainnya di Timur Tengah, dia harus menurunkan kualitas pesawat secara drastis untuk memastikan keunggulan militer Israel tetap dipertahankan. Namun, penurunan kualitas tersebut kemungkinan akan membuat pesawat tersebut tidak menarik bagi calon pembeli, terutama karena F-35 adalah pesawat yang sangat mahal, dan biaya siklus hidupnya sangat tinggi.
Hal terbaik berikutnya yang dapat dilakukan AS adalah meningkatkan kekuatan udara Israel dengan pesawat yang lebih canggih daripada F-35.
Saat memberikan kontrak pengembangan F-47 kepada Boeing pada Maret 2025, Trump menyatakan, "Kami ingin mengurangi kualitasnya sekitar 10 persen, yang mungkin masuk akal karena suatu hari nanti mungkin mereka bukan sekutu kami, bukan?". Pernyataan Trump itu sebagai isyarat bahwa dia terbuka untuk mengekspor pesawat generasi keenam tersebut.
Secara terpisah, Reuters sebelumnya melaporkan bahwa AS dan Arab Saudi membahas potensi pembelian F-35 Lightning II oleh Riyadh.
UEA, Qatar, dan Arab Saudi baru-baru ini menandatangani kesepakatan bernilai miliaran dolar dengan AS, yang tampaknya merupakan upaya untuk mengesankan pemerintahan Trump dan mendapatkan F-35 sebagai imbalannya.
UEA dan Kerajaan Arab Saudi telah melakukan berbagai upaya untuk memperoleh pesawat tersebut sejak 2017. Sedangkan Qatar mengajukan permintaan resmi untuk pesawat tersebut pada tahun 2020.
Para pejabat keamanan Israel mengatakan kepada sebuah publikasi lokal, Walla, bahwa meskipun perundingan masih berlangsung, penjualan apa pun akan memerlukan persetujuan pemerintah AS. Sekalipun pemerintah AS menyetujui prosesnya, pembeli tetap harus mengajukan permintaan resmi untuk persetujuan Kongres.
Laporan tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa jika pemerintah AS menyetujui penjualan tersebut dan diizinkan oleh Kongres, Israel harus "mempertimbangkan kembali strateginya."
Laporan itu tidak mengungkapkan opsi yang akan dipertimbangkan pemerintah Israel untuk mempertahankan keunggulan militernya. Namun, disebutkan bahwa Kementerian Pertahanan Israel sedang memantau secara ketat proyek jet tempur F-47, sebuah pesawat generasi keenam.
Akankah Israel Mendapatkan Jet Lebih Canggih dari AS?
Jika sejarah dapat dijadikan acuan, Amerika Serikat jarang mengambil keputusan yang bertentangan dengan kepentingan Israel, yang mungkin menjadi salah satu alasan mengapa Turki, Arab Saudi, dan UEA sejauh ini ditolak untuk mendapatkan F-35 meskipun telah berupaya sebaik mungkin.
Pengaruh Israel terhadap politik dan kebijakan luar negeri AS baru-baru ini ditunjukkan ketika pemerintahan Trump memasuki perang melawan Iran dan mengebom fasilitas nuklirnya, meskipun ada penentangan terhadap langkah tersebut di kubu Republiknya.
Jika Trump memutuskan untuk menyetujui penjualan F-35 kepada sekutu regional lainnya di Timur Tengah, dia harus menurunkan kualitas pesawat secara drastis untuk memastikan keunggulan militer Israel tetap dipertahankan. Namun, penurunan kualitas tersebut kemungkinan akan membuat pesawat tersebut tidak menarik bagi calon pembeli, terutama karena F-35 adalah pesawat yang sangat mahal, dan biaya siklus hidupnya sangat tinggi.
Hal terbaik berikutnya yang dapat dilakukan AS adalah meningkatkan kekuatan udara Israel dengan pesawat yang lebih canggih daripada F-35.
Saat memberikan kontrak pengembangan F-47 kepada Boeing pada Maret 2025, Trump menyatakan, "Kami ingin mengurangi kualitasnya sekitar 10 persen, yang mungkin masuk akal karena suatu hari nanti mungkin mereka bukan sekutu kami, bukan?". Pernyataan Trump itu sebagai isyarat bahwa dia terbuka untuk mengekspor pesawat generasi keenam tersebut.
Lihat Juga :