Setelah Perang 4 Hari, Thailand dan Kamboja Sepakat dengan Mediasi yang Ditawarkan Malaysia
Minggu, 27 Juli 2025 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
Perundingan di Malaysia ini terjadi setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, ketua forum regional ASEAN, mengusulkan gencatan senjata pada hari Jumat, dan Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Sabtu bahwa kedua pemimpin telah sepakat untuk mengupayakan gencatan senjata.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara dengan menteri luar negeri Kamboja dan Thailand pada hari Minggu, mendesak mereka untuk segera meredakan ketegangan dan memberi tahu mereka bahwa Amerika Serikat siap membantu perundingan, kata Departemen Luar Negeri.
"Amerika Serikat siap memfasilitasi diskusi di masa mendatang guna memastikan perdamaian dan stabilitas antara Thailand dan Kamboja," kata Departemen Luar Negeri dalam pernyataan pada hari Minggu mengenai panggilan telepon terpisah dengan Menteri Luar Negeri Thailand Maris Sangiampongsa dan Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn.
Empat hari setelah pertempuran terburuk dalam lebih dari satu dekade pecah antara kedua negara tetangga di Asia Tenggara tersebut, jumlah korban tewas mencapai di atas 30 orang, termasuk 13 warga sipil di Thailand dan delapan di Kamboja. Lebih dari 200.000 orang telah dievakuasi dari daerah perbatasan di kedua negara, kata pihak berwenang.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara dengan menteri luar negeri Kamboja dan Thailand pada hari Minggu, mendesak mereka untuk segera meredakan ketegangan dan memberi tahu mereka bahwa Amerika Serikat siap membantu perundingan, kata Departemen Luar Negeri.
"Amerika Serikat siap memfasilitasi diskusi di masa mendatang guna memastikan perdamaian dan stabilitas antara Thailand dan Kamboja," kata Departemen Luar Negeri dalam pernyataan pada hari Minggu mengenai panggilan telepon terpisah dengan Menteri Luar Negeri Thailand Maris Sangiampongsa dan Menteri Luar Negeri Kamboja Prak Sokhonn.
Empat hari setelah pertempuran terburuk dalam lebih dari satu dekade pecah antara kedua negara tetangga di Asia Tenggara tersebut, jumlah korban tewas mencapai di atas 30 orang, termasuk 13 warga sipil di Thailand dan delapan di Kamboja. Lebih dari 200.000 orang telah dievakuasi dari daerah perbatasan di kedua negara, kata pihak berwenang.
(ahm)
Lihat Juga :