Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Kamis, 10 September 2020 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
"Baik militer dan pemerintah telah mengumumkan penyelidikan dan penyelidikan yang sedang berlangsung terkait konflik di negara bagian Rakhine, sehingga para prajurit ini dapat memberikan kesaksian mereka di Myanmar," katanya. Kedua prajurit ini harus ditransfer ke pemerintah Myanmar.(Baca juga: Viral, Tentara Myanmar Siksa 5 Pria yang Dituduh Pemberontak )
Juru bicara Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) Fadi El Abdallah merujuk pertanyaan tentang penyelidikan itu ke Kantor Kejaksaan.
“Untuk melakukan itu, Anda perlu menulis email kepada mereka,” katanya.
RFA berulang kali menelepon dan mengirim email ke kantor, tetapi tidak menerima tanggapan sebelum dipublikasikan.
Sebelumnya dua prajurit Myanmar Myo Win Tun dan Zaw Naing Tun dalam wawancara video mengaku membunuh penduduk desa selama operasi tiga tahun lalu terhadap komunitas Rohingya di Myanmar.(Baca juga: Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua )
Juru bicara Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) Fadi El Abdallah merujuk pertanyaan tentang penyelidikan itu ke Kantor Kejaksaan.
“Untuk melakukan itu, Anda perlu menulis email kepada mereka,” katanya.
RFA berulang kali menelepon dan mengirim email ke kantor, tetapi tidak menerima tanggapan sebelum dipublikasikan.
Sebelumnya dua prajurit Myanmar Myo Win Tun dan Zaw Naing Tun dalam wawancara video mengaku membunuh penduduk desa selama operasi tiga tahun lalu terhadap komunitas Rohingya di Myanmar.(Baca juga: Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua )
Lihat Juga :