Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal

Rabu, 23 Juli 2025 - 04:40 WIB
loading...
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Terlalu banyak pekerja asing, warga Jepang sudah mulai protes. Foto/X/@robotopia
A A A
TOKYO - Jepang berupaya keras untuk menarik warga negara asing guna meningkatkan perekonomiannya yang lesu. Tetapi kini persepsi bahwa jumlah warga negara asing terlalu banyak telah mendorong pembentukan satuan tugas baru, Itu juga karena persaingan untuk mendapatkan suara semakin ketat menjelang pemilihan umum nasional hari Minggu.

Isu ini menjadi agenda politik menjelang pemilihan majelis tinggi, sebagian karena adanya partai pinggiran yang mempromosikan kebijakan "utamakan Jepang", sebagai bentuk penghormatan terhadap retorika nativis Presiden AS Donald Trump.

Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal

1. Banyak Warga Asing Sering Melakukan Kejahatan

Perdana Menteri Shigeru Ishiba meluncurkan gugus tugas tersebut – yang secara resmi bernama Kantor untuk Promosi Masyarakat Koeksistensi Harmonis dengan Warga Negara Asing – pada hari Selasa, dengan alasan "kejahatan atau perilaku mengganggu yang dilakukan oleh beberapa warga negara asing," serta "penyalahgunaan berbagai" sistem pemerintahan yang tidak tepat.

Negara dengan perekonomian terbesar keempat di dunia ini memiliki sejarah panjang kebijakan imigrasi yang ketat, dan budaya isolasionisme yang kuat.

Namun, dengan populasi yang menua dengan cepat dan angka kelahiran yang menurun, Jepang secara bertahap membuka diri terhadap pekerja asing dan mencari lebih banyak wisatawan internasional.

Para ahli memperingatkan bahwa menutup pintu gerbang dapat memperburuk krisis demografi dan membahayakan industri pariwisata.

Berikut adalah informasi yang kami ketahui tentang gugus tugas tersebut dan mengapa warga negara asing menjadi isu pemilu:

Baca Juga: Israel Klaim Sudah Melobi Etiopia, Indonesia, dan Libya untuk Menampung Pengungsi Palestina

2. Aturan Warga Asing Diperketat

Ishiba menggambarkan kantor baru tersebut sebagai "pusat komando" yang mengoordinasikan kebijakan bagi warga negara Jepang dan warga negara asing. Beberapa bidang yang akan dicakupnya antara lain imigrasi, akuisisi lahan oleh warga negara asing, dan asuransi sosial yang belum dibayar, tambah Ishiba.

Ia berjanji untuk "mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang tidak mematuhi aturan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Liburan ke Jepang Jelajah...
Liburan ke Jepang Jelajah Fukuoka Tanpa Pusing Urus Itinerary
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Pesawat Cessna Jatuh...
Pesawat Cessna Jatuh di Hutan, 10 Orang Tewas
Rekomendasi
Sahroni: Komisi III...
Sahroni: Komisi III Awasi Langsung Penggeledahan Kasus Febrie sebagai Bentuk Transparansi Hukum
Perjalanan Prancis dan...
Perjalanan Prancis dan Spanyol: Siapa Layak ke Final Piala Dunia 2026?
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
Berita Terkini
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Infografis
3 Alasan Rusia Kini...
3 Alasan Rusia Kini Didukung AS untuk Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved