Momen Horor Penyiar TV Suriah Lari saat Live Ketika Gedung di Dekatnya Dibom Israel
Kamis, 17 Juli 2025 - 09:54 WIB
loading...
A
A
A
Israel telah menampilkan diri sebagai pembela kelompok tersebut, meskipun beberapa analis mengatakan itu adalah dalih untuk mengejar tujuan militernya sendiri, yaitu menjauhkan pasukan pemerintah Suriah sejauh mungkin dari perbatasan bersama mereka.
Setelah jatuhnya penguasa lama Suriah, Bashar al-Assad, pada bulan Desember 2024, militer Israel mengambil alih zona demiliterisasi yang diawasi PBB di Dataran Tinggi Golan dan melancarkan ratusan serangan terhadap target militer di Suriah.
Sebelum serangan hari Rabu di Damsyik, Israel telah melancarkan serangan udara di provinsi Sweida awal pekan ini dalam apa yang disebutnya sebagai upaya membela kaum Druze.
Israel mengatakan pihaknya menyerang target militer di area istana presiden, sementara sumber Kementerian Dalam Negeri Suriah melaporkan serangan di luar ibu kota, di sekitar bandara Mazzeh—bandara militer Suriah.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mendesak pasukan Damaskus untuk meninggalkan Druze di Sweida, dan mengancam akan melancarkan pukulan keras hingga pasukan pemerintah Suriah mundur.
Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut tindakan Israel sebagai "agresi berbahaya", dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut telah mengakibatkan hilangnya beberapa warga sipil tak berdosa.
"Serangan brutal ini, yang merupakan bagian dari kebijakan yang disengaja oleh entitas Israel untuk mengobarkan ketegangan, menyebarkan kekacauan, dan merusak keamanan dan stabilitas di Suriah, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum humaniter internasional," kata kementerian tersebut.
Suriah telah mengumumkan bahwa tentaranya telah mulai mundur dari Sweida setelah serangan tersebut.
Setelah jatuhnya penguasa lama Suriah, Bashar al-Assad, pada bulan Desember 2024, militer Israel mengambil alih zona demiliterisasi yang diawasi PBB di Dataran Tinggi Golan dan melancarkan ratusan serangan terhadap target militer di Suriah.
Sebelum serangan hari Rabu di Damsyik, Israel telah melancarkan serangan udara di provinsi Sweida awal pekan ini dalam apa yang disebutnya sebagai upaya membela kaum Druze.
Israel mengatakan pihaknya menyerang target militer di area istana presiden, sementara sumber Kementerian Dalam Negeri Suriah melaporkan serangan di luar ibu kota, di sekitar bandara Mazzeh—bandara militer Suriah.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mendesak pasukan Damaskus untuk meninggalkan Druze di Sweida, dan mengancam akan melancarkan pukulan keras hingga pasukan pemerintah Suriah mundur.
Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut tindakan Israel sebagai "agresi berbahaya", dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut telah mengakibatkan hilangnya beberapa warga sipil tak berdosa.
"Serangan brutal ini, yang merupakan bagian dari kebijakan yang disengaja oleh entitas Israel untuk mengobarkan ketegangan, menyebarkan kekacauan, dan merusak keamanan dan stabilitas di Suriah, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum humaniter internasional," kata kementerian tersebut.
Suriah telah mengumumkan bahwa tentaranya telah mulai mundur dari Sweida setelah serangan tersebut.
Lihat Juga :