China Hadapi Gelombang Protes Warga akibat Pungutan Jalan Kontroversial

Rabu, 02 Juli 2025 - 10:48 WIB
loading...
A A A
Namun Yangyong bukan satu-satunya. Pada Maret tahun yang sama, warga Desa Shangdi memprotes biaya parkir bulanan sebesar 170 yuan yang hanya dikenakan pada pendatang.

Pada Desember 2024, warga Desa Datan merespons pembangunan gerbang pungutan dengan merobohkannya secara langsung. Insiden serupa merebak di berbagai wilayah di Guangdong, menunjukkan pola kemarahan yang semakin meluas terhadap apa yang mereka sebut sebagai bentuk legalisasi eksploitasi.

Baca Juga: Ekspansi Tambang Mineral Tanah Langka China Timbulkan Kerusakan dari Myanmar hingga Afrika

Yang membuat protes ini signifikan adalah siapa yang memimpinnya: para pekerja migran. Mereka adalah tulang punggung ekonomi urban China, tetapi kini dibebani biaya hidup yang semakin tidak masuk akal, tanpa jaminan sosial dan tanpa akses penuh ke infrastruktur publik. Ketidakpuasan mereka lahir bukan dari ideologi, melainkan dari pengalaman hidup sehari-hari.

Sejumlah pengamat menyebut kebijakan pungutan ini sebagai tanda melemahnya akuntabilitas pemerintah lokal. Banyak gerbang dibangun di atas jalan umum, melanggar regulasi negara.

Komite desa dan perusahaan afiliasi yang mengelolanya—beberapa dikabarkan memiliki hubungan dengan pejabat tinggi—diduga mengambil keuntungan besar, sementara masyarakat tidak melihat manfaat apa pun. Kepala desa disebut-sebut menerima pendapatan tak resmi hingga puluhan ribu yuan per tahun. Sebuah sistem feodal versi modern.

Lebih parah lagi, pada Februari 2022, kebijakan nasional justru kembali mengizinkan pungutan seperti ini, meskipun sebelumnya sempat dilarang. Target utama pungutan tersebut adalah kendaraan dan penyewa non-lokal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
Parah! Penjaga Daycare...
Parah! Penjaga Daycare Ini Masukkan Anak yang Rewel ke Dalam Mesin Cuci
Rekomendasi
BNPB Pulihkan Akses...
BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
Viral! Petisi Cancel...
Viral! Petisi Cancel Sarwendah Tembus 27 Ribu Tanda Tangan
Penasihat Ahli Kapolri:...
Penasihat Ahli Kapolri: Irjen Pol Pipit Rismanto Segera Dilantik Jadi Kapolda Jabar
Berita Terkini
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Infografis
China Tes 4,5 Juta Mobil...
China Tes 4,5 Juta Mobil Tanpa Pengemudi di Jalan Sibuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved