China Hadapi Gelombang Protes Warga akibat Pungutan Jalan Kontroversial

Rabu, 02 Juli 2025 - 10:48 WIB
loading...
A A A
Di Dongguan saja, lebih dari sepertiga komunitas dikabarkan sudah menerapkan sistem ini, menjadikan mobilitas dasar sebagai layanan berbayar.

Akumulasi Ketidakadilan


Kemarahan publik tak hanya terjadi di Guangdong. Di Distrik Pujang, Shanghai, para penyewa yang sudah membayar sewa tinggi harus menanggung lagi biaya “penggunaan jalan,” tanpa peningkatan layanan yang jelas. Platform daring dipenuhi komentar yang mengecam komersialisasi agresif atas kehidupan sehari-hari.

“Sekarang semua dikenai pajak. Bahkan tempat parkir pun jadi sumber pemasukan,” tulis seorang netizen. Lainnya mengungkapkan kekhawatiran bahwa negara seperti sedang “memeras rakyat” demi menunda krisis keuangan.

Seorang mantan jurnalis memperingatkan bahwa China sedang mendekati titik didih—ibarat panci tekanan yang siap meledak. Dia menilai masyarakat kini mulai beralih dari kesabaran diam ke bentuk perlawanan terorganisir, meskipun dalam bayang-bayang sensor dan pengawasan ketat. Aksi protes kecil dinilai sebagai tanda meningkatnya kesadaran politik dan keberanian publik.

Meski belum dapat dipastikan apakah gerakan ini akan berkembang menjadi perlawanan skala besar, protes yang terjadi menegaskan satu hal: kebijakan semena-mena dalam menghadapi krisis ekonomi justru memperparah ketegangan sosial.

Fenomena “village gating” mencerminkan disfungsi struktural dalam ekonomi politik China, dan menunjukkan batas efektivitas kontrol dari atas dalam mengatur keresahan akar rumput.

Jika tren ini berlanjut tanpa solusi, pemerintah China berisiko menghadapi gelombang penolakan yang tidak dipicu oleh campur tangan asing atau ideologi oposisi, melainkan oleh akumulasi ketidakadilan sehari-hari. Sebab, seperti pepatah lama: satu percikan saja cukup untuk menyalakan api di seluruh padang rumput.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Iran Murka Inggris Beri...
Iran Murka Inggris Beri Izin AS Gunakan Pangkalan Militer Serang Wilayahnya: Tanggung Akibatnya!
Rekomendasi
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pimpin Pengembangan Ekosistem SAF di ASEAN
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved