China Hadapi Gelombang Protes Warga akibat Pungutan Jalan Kontroversial

Rabu, 02 Juli 2025 - 10:48 WIB
loading...
China Hadapi Gelombang...
Gelombang protes warga melanda desa-desa urban dan pinggiran kota di berbagai wilayah China akibat pungutan jalan kontroversial yang dikenal sebagai village gating. Foto/Ilustrasi Nepal Aaja
A A A
JAKARTA - Di tengah perubahan lanskap sosial-ekonomi China, suara-suara ketidakpuasan publik yang selama ini terpendam mulai menggema dengan lantang. Dari desa-desa urban di Guangdong hingga pinggiran kota Shanghai, gelombang protes bermunculan—bukan karena isu politik besar, melainkan karena hal yang tampak sepele: pungutan di gerbang desa.

Mengutip dari Hamrakura, Rabu (2/7/2025), fenomena ini dikenal sebagai “village gating", merujuk pada pemasangan pos pemeriksaan di pintu masuk desa yang disertai pungutan biaya masuk atau parkir.

Apa yang awalnya tampak sebagai kebijakan administratif kini berkembang menjadi simbol keresahan publik yang lebih luas, memperlihatkan jarak yang makin lebar antara Partai Komunis China dan masyarakat biasa. Banyak yang melihatnya sebagai upaya putus asa pemerintah daerah yang kekurangan dana untuk menutupi defisit anggaran mereka.

Baca Juga: Laporan Global Rights Compliance Ungkap Dugaan Kerja Paksa di Sektor Strategis China

Akar dari krisis ini terletak pada melemahnya perekonomian China. Setelah puluhan tahun pertumbuhan industri yang pesat, kini negara itu menghadapi perlambatan manufaktur, pengangguran tinggi, dan tumpukan utang pemerintah lokal. Di tengah tekanan tersebut, sejumlah otoritas lokal beralih ke sumber pendapatan informal—termasuk mengenakan tarif masuk di jalan-jalan desa dan kota kecil.

Tulang Punggung Ekonomi China


Salah satu peristiwa penting terjadi pada 2 Juni lalu di Desa Yangyong, Kota Dongguan, Provinsi Guangdong. Ratusan pekerja migran berkumpul untuk memprotes biaya masuk sebesar 18 yuan (sekitar Rp60.000) yang mereka anggap sebagai pemerasan.

Kebijakan itu memicu kemarahan warga yang sudah kesulitan secara ekonomi. Ketegangan meningkat dengan cepat dan meskipun polisi dikerahkan, pos pungutan akhirnya dibongkar—sebuah langkah mundur yang jarang terjadi dalam sistem yang dikenal kaku dan otoriter.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Israel Setujui RUU Larang...
Israel Setujui RUU Larang Seruan Azan, Hakim Agung Palestina: Serangan Terhadap Umat Islam
Pendiri SoftBank Masayoshi...
Pendiri SoftBank Masayoshi Son Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp1.750 Triliun
Rekomendasi
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Infografis
Laos Terbelit Utang...
Laos Terbelit Utang China Akibat Getol Bangun Infrastruktur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved