Laporan Global Rights Compliance Ungkap Dugaan Kerja Paksa di Sektor Strategis China

Sabtu, 28 Juni 2025 - 12:48 WIB
loading...
Laporan Global Rights...
Laporan Global Rights Compliance ungkap dugaan kerja paksa di sektor strategis China. Foto/Xinjiang Daily via Global Rights Compliance
A A A
JAKARTA - China kembali menjadi sorotan global terkait praktik kerja paksa—kali ini dalam pasokan mineral penting dari wilayah Xinjiang ke merek-merek multinasional. Temuan ini menjadi sumber sensasi sekaligus rasa malu bagi pemerintahan Presiden Xi Jinping, yang selama ini berupaya menampilkan Xinjiang sebagai simbol stabilitas dan kemajuan ekonomi.

Meski sebelumnya China telah dikritik karena penggunaan kerja paksa dalam produksi kapas, temuan terbaru menunjukkan praktik serupa meluas ke banyak industri, menimbulkan risiko serius bagi rantai pasok global.

Sebuah laporan oleh Global Rights Compliance (GRC) di Belanda mengungkap bahwa China secara terbuka menggunakan kerja paksa di luar sektor kapas. Disebutkan bahwa sejumlah merek global dapat terkait dengan mineral kritis—seperti titanium, lithium, berilium, dan magnesium—yang bersumber dari Xinjiang. Mineral-mineral ini penting bagi industri dirgantara, otomotif, pertahanan, dan elektronik.

Baca Juga: Bidik China, Parlemen Eropa Rancang UU Larangan Produk Kerja Paksa

Mengutip dari European Times, Sabtu (28/6/2025), laporan tersebut menyebut 77 perusahaan pemasok China yang terlibat dalam “program transfer tenaga kerja” yang dijalankan pemerintah. Program ini merupakan bagian dari kebijakan penindasan, di mana Uyghur dan minoritas Muslim lain dipaksa bekerja di pabrik-pabrik di bawah pengawasan ketat negara—kelanjutan dari kampanye asimilasi dan penahanan massal China.

Organisasi hak asasi manusia (HAM) ini mendesak perusahaan di seluruh dunia untuk segera melakukan audit transparan terhadap rantai pasok mereka atau berisiko terlibat dalam perbudakan modern.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Iran Sebut AS Akan Ganti...
Iran Sebut AS Akan Ganti Kerugian Perang: Ini Poin Penting
Rekomendasi
Memuat Kalimat Syahadat,...
Memuat Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Tak Menyentuh Tanah di Piala Dunia 2026
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Berita Terkini
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Infografis
Tegaskan Status Negara...
Tegaskan Status Negara Berdaulat, Taiwan Lawan China di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved