Kampanye Pilpres AS Memanas, Trump Sebut Biden Bodoh

Selasa, 08 September 2020 - 15:12 WIB
loading...
Kampanye Pilpres AS...
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meledek rivalnya dalam pemilihan presiden (pilpres) 2020, Joe Biden , dengan menyebutnya "bodoh". Kampanye kedua kubu memanas ketika keduanya memasuki homestretch tradisional mereka pada liburan Hari Buruh AS.

Trump menggambarkan Biden sebagai ancaman bagi ekonomi Amerika. Sedangkan Biden mengecam Trump yang dilaporkan media telah menghina pasukan Amerika yang gugur dalam Perang Dunia (PD) I. (Baca: Kutip Hadis Nabi Muhammad, Biden Ingin Sekolah AS Ajarkan Islam )

"Biden dan pasangannya yang sangat liberal (Kamala Harris), omong-omong, orang paling liberal di Kongres—bukanlah orang yang kompeten menurut saya, akan menghancurkan negara ini dan akan menghancurkan ekonomi negara ini," kata Trump, dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih.

Selain mengumpat Biden sebagai sosok yang "bodoh", Trump sering menyebut mantan wakil presiden era Obama itu dengan sebutan "Sleepy Joe".

Trump tak terima dengan laporan di The Atlantic yang mengatakan dia menyebut tentara AS yang gugur dalam PD I sebagai pecundang. Menurutnya, laporan itu sebagai "sebuah hoax". (Baca: Trump: Biden Jadi Presiden, Revolusi Akan Terjadi di AS )

Laporan media itu telah mendominasi liputan berita selama berhari-hari dan mengancam dukungan Trump di antara para veteran dan anggota militer, blok pemungutan suara utama pilpres Amerika.

"Tidak ada orang yang lebih terhormat, tidak hanya militer kami, tetapi untuk orang-orang yang memberikan nyawa mereka di militer," kata Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Alasan Kematian 16...
5 Alasan Kematian 16 Tentara AS Picu Perang Iran Masuk ke Babak Baru yang Berbahaya
4 Alasan Rakyat AS Marah...
4 Alasan Rakyat AS Marah Besar atas Kematian 2 Tentara dan Kegagalan Melawan Iran
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap Psikologi Presiden Trump Lebih Penting Dibandingkan Biaya Politik
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
Dewan Eropa Tuding FIFA...
Dewan Eropa Tuding FIFA Buka Pintu Kecurangan
Serangan AS Masuki Hari...
Serangan AS Masuki Hari Kelima, Iran Terus Hantam Pangkalan Militer di Teluk
Iran Ancam Pembalasan...
Iran Ancam Pembalasan Dahsyat ke AS: Tidak Pernah Mereka Bayangkan Sebelumnya
Rekomendasi
Tingkatkan Kompetensi...
Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, USN Kolaka Kolaborasi dengan Ceria-Micromine
Rano Karno Jagokan Spanyol...
Rano Karno Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Prediksi Unggul Tipis dari Argentina
BPOM Temukan 14 Kosmetik...
BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Ini Daftarnya!
Berita Terkini
5 Alasan Kematian 16...
5 Alasan Kematian 16 Tentara AS Picu Perang Iran Masuk ke Babak Baru yang Berbahaya
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Berapa Banyak Jumlah...
Berapa Banyak Jumlah Tentara AS yang Tewas selama Perang Iran?
5 Strategi Jitu Tingkatkan...
5 Strategi Jitu Tingkatkan Popularitas, PM Anwar Ibrahim Gunakan Kembaran ala PMX.AI
Pakar Militer Israel...
Pakar Militer Israel Akui Iran Berperang Melawan AS seperti Negara Adidaya Modern, Ini 4 Alasannya
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved