Donald Trump Larang Warga dari 12 Negara Masuk AS, Ini Daftarnya

Kamis, 05 Juni 2025 - 09:37 WIB
loading...
A A A
"Kami tidak akan membiarkan apa yang terjadi di Eropa terjadi di Amerika," kata Trump.

"Kami tidak dapat melakukan migrasi terbuka dari negara mana pun yang tidak dapat kami periksa dan saring dengan aman dan andal. Itulah sebabnya hari ini saya menandatangani perintah eksekutif baru yang membatasi perjalanan ke negara-negara termasuk Yaman, Somalia, Haiti, Libya, dan banyak lainnya," paparnya.

"Berada di Amerika Serikat merupakan risiko besar bagi siapa pun, bukan hanya bagi warga Venezuela," kata Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello setelah pengumuman tersebut, memperingatkan warga agar tidak bepergian ke Amerika.

Namun, larangan perjalanan baru Trump dapat menghadapi tantangan hukum, seperti halnya banyak tindakan drastis yang telah diambilnya dalam kembalinya dia ke kantor dengan cepat.

Gedung Putih mengumumkan larangan baru itu hampir tanpa peringatan, beberapa menit setelah Trump berbicara kepada sekitar 3.000 pejabat politik dari balkonnya pada "pesta musim panas" yang meriah.

Trump juga secara tidak biasa membuat pengumuman itu tanpa kehadiran wartawan. Dia telah mengungkap banyak pengumuman kebijakannya yang paling menjadi berita utama pada upacara penandatanganan di hadapan wartawan di Oval Office.

Desas-desus tentang larangan perjalanan terbaru oleh Trump telah beredar setelah serangan di Colorado, dengan pemerintahannya bersumpah untuk mengejar "teroris" yang tinggal di AS dengan visa.

Tersangka, Mohammed Sabry Soliman, diduga telah melemparkan bom api dan menyemprotkan bensin yang terbakar ke demonstran yang berkumpul pada hari Minggu untuk mendukung sandera Israel yang ditawan oleh Hamas di Jalur Gaza.

Pejabat Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan Soliman berada di negara itu secara ilegal, setelah melewati batas visa turis, tetapi dia telah mengajukan suaka pada September 2022.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Duh, AS-Iran Saling...
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Pigai Desak Kematian...
Pigai Desak Kematian 5 Peserta SPPI Diusut Tuntas: Ini Peristiwa yang Serius
Dana Pemerintah Rp281...
Dana Pemerintah Rp281 Triliun Dijamin Parkir di Bank BUMN hingga Desember 2026
Liburan Terima Beres...
Liburan Terima Beres ke Jepang: Jelajah Fukuoka dan Oita yang Unik
Berita Terkini
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved