AS Peringatkan Inggris dan Prancis agar Tidak Mengakui Negara Palestina

Selasa, 03 Juni 2025 - 20:45 WIB
loading...
A A A
Langkah tersebut akan menyebabkan gempa politik, karena Prancis dan Inggris merupakan sekutu bersejarah terpenting Israel.

Dan Israel telah memberi isyarat bahwa mereka tidak akan menerima langkah tersebut begitu saja.

Pekan lalu Ron Dermer, menteri urusan strategis Israel, mengancam Inggris dan Prancis bahwa Israel dapat mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat jika mereka mengakui negara Palestina, menurut surat kabar Israel Haaretz.

MEE mengungkapkan awal bulan ini bahwa Inggris secara pribadi memutuskan pada tahun 2014 bahwa mereka akan mempertimbangkan mengakui negara Palestina jika Israel melanjutkan proyek permukiman E1 yang kontroversial.

Israel saat ini siap melanjutkan rencana permukiman, yang secara efektif akan membagi Tepi Barat yang diduduki menjadi dua.

Sementara itu, tekanan domestik meningkat di Inggris. “Starmer menghadapi tingkat kemarahan yang signifikan di seluruh partai Buruh dan publik Inggris,” ujar Doyle, “bahkan di kalangan yang biasanya mendukung pemerintah Israel.”

Beberapa anggota parlemen mengatakan kepada MEE bulan lalu bahwa mereka yakin Inggris harus segera mengakui negara Palestina.

Anggota Parlemen Partai Buruh Uma Kumaran, anggota Komite Urusan Luar Negeri Inggris, mengatakan, "Pemerintah ini terpilih berdasarkan manifesto yang berjanji mengakui Palestina sebagai langkah menuju perdamaian yang adil dan abadi. Saya sangat mendukung pengakuan negara Palestina, dan saya telah mengemukakan hal ini berulang kali di parlemen, di Komite Urusan Luar Negeri, dan dengan para menteri."

Baca juga: Proposal Nuklir Trump Izinkan Iran Memperkaya Uranium
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Penembakan di Fasilitas...
Penembakan di Fasilitas Remaja, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved