AS Peringatkan Inggris dan Prancis agar Tidak Mengakui Negara Palestina

Selasa, 03 Juni 2025 - 20:45 WIB
loading...
A A A
Lammy secara terbuka menentang pengakuan sepihak, bersikeras awal tahun ini bahwa, “Inggris hanya akan mengakui negara Palestina ketika kita tahu itu akan terjadi dan sudah di depan mata."

Namun pada akhir April, Lammy mengakui untuk pertama kalinya bahwa Inggris sedang berdiskusi dengan Prancis dan Arab Saudi mengenai topik tersebut.

Chris Doyle, direktur Council for Arab-British Understanding, mengatakan kepada MEE, "Tidak ada alasan yang sah bagi AS untuk ikut campur dalam keputusan kedaulatan Inggris dan Prancis untuk mengakui negara lain.”

"Pengakuan Prancis-Inggris berarti mengakui hak Palestina untuk memiliki negara dan menjadi mitra yang setara dalam negosiasi apa pun di masa mendatang dengan Israel," tegas dia.

Doyle menambahkan, "Berdasarkan preseden dengan pemerintah Inggris ini, penolakan AS terhadap pengakuan akan lebih mungkin berdampak pada Inggris daripada pada Prancis."

Namun, presiden Amerika tidak dapat diprediksi. "Yang benar-benar penting adalah apa yang dipikirkan Presiden Trump sendiri," ujar Doyle.

"Menentang pengakuan sepihak adalah posisi Amerika yang ada. Namun, jika saya berada di Downing Street, saya akan bertanya apa yang diyakini presiden sendiri dan bagaimana dia akan bereaksi?" ungkap dia.

Jika Prancis dan Inggris melanjutkan langkah tersebut, mereka akan menjadi negara G7 pertama yang mengakui negara Palestina.

Alon Pinkas, yang menjadi penasihat empat menteri luar negeri Israel, mengatakan kepada MEE pada hari Senin bahwa dorongan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk mengakui negara Palestina "serius dan mendapat dukungan dari sebagian besar Uni Eropa dan Arab Saudi".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Pemerintah Arab Saudi...
Pemerintah Arab Saudi Cuci Ka'bah Hari Ini, Gunakan Air Zamzam dan Wewangian
Rekomendasi
Lewat Kuliner Pilihan...
Lewat Kuliner Pilihan ShopeeFood, Aa Juju Ungkap Cerita di Balik Kuliner Legendaris Jakarta dan Bandung
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps. 9: Hidup Mila Semakin Rumit, Elin Masih Dihantui Mantan Suaminya
Cetak Pemimpin Masa...
Cetak Pemimpin Masa Depan, Pegadaian Kirim Talenta Terbaik Kuliah S2 ke Luar Negeri
Berita Terkini
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved