Pria Bakar Al-Qur'an Sambil Menghina Islam Didenda Rp5,2 Juta, Pendukungnya Sebut Kebebasan Berekspresi

Selasa, 03 Juni 2025 - 09:37 WIB
loading...
Pria Bakar Al-Quran...
Hamit Coskun, pria Turki yang membakar Al-Quran sambil menghina agama Islam di depan Konsulat Turki di London, Inggris. Foto/PA Media via BBC
A A A
LONDON - Seorang pria Turki dijatuhi denda £240 (Rp5,2 juta) oleh pengadilan Inggris setelah membakar kitab suci Al-Qur'an sambil meneriakkan hinaan terhadap agama Islam di depan Konsulat Turki di London. Kelompok pendukungnya memprotes putusan pengadilan, menganggap aksi tersebut sebagai kebebasan berekspresi.

Putusan Pengadilan Westminster Magistrates di London dijatuhkan pada hari Senin. Putusan itu langsung memicu perdebatan sengit mengenai batas antara kebebasan berekspresi dan ujaran kebencian, bahkan memunculkan tudingan bahwa Inggris tengah menghidupkan kembali hukum penistaan agama yang telah dihapus sejak 2008.

Hamit Coskun (50), terdakwa yang tinggal di Inggris tengah dan memiliki darah Kurdi dari ayahnya serta keturunan Armenia dari ibunya, dinyatakan bersalah atas tindakan mengganggu ketertiban umum yang diperparah oleh motif keagamaan. Atas tindakannya, pengadilan menjatuhkan denda sebesar £240.

Baca Juga: Akhir Tragis Salwan Momika: Dulu Tertawa Bakar Al-Qur'an, Kini Ditembak Mati saat Live TikTok

Peristiwa terjadi pada Februari lalu, ketika Coskun melakukan aksi protes dengan membakar salinan Al-Qur'an di luar gedung Konsulat Turki di pusat kota London. Dalam aksinya, dia mengangkat kitab suci yang terbakar tersebut sambil meneriakkan kata-kata kasar yang menghina Islam, termasuk frasa "F**k Islam".

Aksi tersebut segera menuai kecaman dan bahkan memicu insiden fisik. Seorang pria dilaporkan menyerang Coskun dengan pisau, menendangnya, dan meludahi dirinya saat aksi berlangsung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved