Batalkan Hukuman Mati 5 Pembunuh Khashoggi, Saudi Diolok-olok

Selasa, 08 September 2020 - 07:58 WIB
loading...
Batalkan Hukuman Mati...
Aktivis menyalakan lilin yang menerangi poster Jamal Khashoggi, jurnalis pembangkang Arab Saudi yang dibunuh di Istanbul 2 Oktober 2018. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Pengadilan Arab Saudi pada hari Senin membatalkan hukuman mati terhadap lima terdakwa kasus pembunuhan jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi . Pelapor Khusus PBB mengolok-olok pembatalan vonis mati itu sebagai "parodi keadilan".

Khashoggi adalah jurnalis pembangkang Saudi yang dibunuh dan dimutilasi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul 2 Oktober 2018. Para tersangkanya adalah tim intelijen Saudi, yang menurut Riyadh merupakan "operasi nakal" atau di luar otoritas pemerintah.(Baca: 5 Terdakwa Pembunuhan Jamal Khashoggi Divonis Mati )

Pengadilan, seperti dikutip media pemerintah setempat, membatalkan vonis mati terhadap lima terdakwa dan menggantinya dengan hukuman 20 tahun penjara. Tiga terdakwa lainnya dijatuhi hukuman antara tujuh hingga 10 tahun penjara.

Delapan terdakwa tersebut tidak diidentifikasi oleh media pemerintah.

Putusan pengadilan yang berubaha ini keluar setelah putra Khashoggi mengatakan pada Mei bahwa keluarganya mereka telah "mengampuni" para pembunuh. (Baca: PBB: Pangeran Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi )

Pengadilan tersebut secara luas dikritik oleh kelompok hak asasi manusia yang mencatat bahwa tidak ada pejabat senior atau siapapun yang yang dinyatakan bersalah atas pembunuhan tersebut. Independensi pengadilan juga dipertanyakan.

Banyak orang Saudi memuji putusan pengadilan tersebut melalui Twitter. Beberapa dari mengatakan putusan itu mengakhiri salah satu kasus politik paling sulit yang dihadapi kerajaan. Yang lainnya mengatakan putusan itu menjadikan Arab Saudi sebagai "tanah keadilan" dan "negara di mana hak tidak pernah hilang".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Ikuti Arab Saudi, Kuwait...
Ikuti Arab Saudi, Kuwait Cari Perlindungan dari Pakistan yang Bersenjata Nuklir
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Perang Iran Dorong Saudi...
Perang Iran Dorong Saudi untuk Memiliki Senjata Nuklir, Tapi Kenapa Diganjal Trump?
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Senapan Tentara Arab...
Senapan Tentara Arab Saudi Bakal Diproduksi PT Pindad, Prabowo: Senjata Kita Teruji
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Bunuh Tentara AS, Militer...
Bunuh Tentara AS, Militer Iran Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Rekomendasi
Duit Ratusan Juta Disita...
Duit Ratusan Juta Disita KPK dalam OTT Bupati Lombok Barat
Hindari Risiko Kerusakan...
Hindari Risiko Kerusakan Barang, Ini 7 Tips Packing dari J&T Cargo
IHSG Lanjutkan Penguatan,...
IHSG Lanjutkan Penguatan, Sore Ini Ditutup Reli ke Level 6.231
Berita Terkini
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved