Profil Brigitte: Ibu Negara Prancis yang Tampar Presiden Macron, Dikenal Sangat Protektif
Selasa, 27 Mei 2025 - 08:43 WIB
loading...
A
A
A
Dia bahkan disebut sebagai "pembaca pidato terakhir" sebelum Macron menyampaikan pidato-pidato penting.
Dalam wawancara dengan Paris Match dan Elle, Brigitte dikenal sangat memperhatikan detail, terutama dalam hal protokol publik dan gaya busana. Salah satu penasihat dekat mengatakan: “Dia sangat menuntut—baik pada dirinya sendiri maupun orang lain.”
Berbeda dari banyak ibu negara yang bersifat simbolik, Brigitte Macron tampil aktif. Dia dikenal dekat dengan berbagai program sosial, terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan autisme. Dia adalah presiden dari Fondation des Hôpitaux, yayasan yang membantu rumah sakit anak-anak dan remaja di Prancis.
Brigitte juga mendukung kampanye melawan bullying di sekolah dan aktif mempromosikan literasi. Salah satu kontribusinya yang paling menonjol adalah keterlibatannya dalam inisiatif reformasi pendidikan, sesuai dengan latar belakangnya sebagai guru.
Gaya Brigitte yang chic, dengan busana rancangan Louis Vuitton, sering disorot media sebagai bukti bahwa usia bukan penghalang untuk tampil elegan. Dia melawan stereotip perempuan lansia, sekaligus menjadi simbol kekuatan feminin di panggung politik.
Meski terus menerus menjadi target kritik karena perbedaan usia dengan suaminya, Brigitte tetap tenang dan tidak mencari pembelaan. Dalam sebuah wawancara dengan Elle pada 2017, dia berkata, “Satu-satunya kekurangan Emmanuel adalah usianya yang lebih muda dari saya.”
Brigitte sudah memiliki tiga anak dari pernikahan pertamanya: Sébastien, Laurence, dan Tiphaine, yang seluruhnya telah sukses secara profesional—dari insinyur, dokter, hingga pengacara. Emmanuel Macron sendiri disebut memiliki hubungan harmonis dengan anak-anak tiri dan cucu-cucu Brigitte.
Mereka tinggal di Istana Élysée, namun kerap menghabiskan waktu di kediaman pribadi mereka di Le Touquet, wilayah pesisir utara Prancis.
Ketika Emmanuel Macron terpilih kembali sebagai Presiden Prancis pada 2022, banyak yang mencatat momen saat dia menggandeng tangan Brigitte dan menciuminya di hadapan massa. Sebuah pemandangan yang mengingatkan dunia bahwa cinta, bila tulus dan saling menghormati, mampu menembus batas usia, kritik, dan politik.
Brigitte Macron tidak hanya mendampingi presiden. Dia mendampingi zaman yang berubah, di mana perempuan tidak lagi diukur dari usianya, tetapi dari kontribusinya.
Dalam wawancara dengan Paris Match dan Elle, Brigitte dikenal sangat memperhatikan detail, terutama dalam hal protokol publik dan gaya busana. Salah satu penasihat dekat mengatakan: “Dia sangat menuntut—baik pada dirinya sendiri maupun orang lain.”
Berbeda dari banyak ibu negara yang bersifat simbolik, Brigitte Macron tampil aktif. Dia dikenal dekat dengan berbagai program sosial, terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan autisme. Dia adalah presiden dari Fondation des Hôpitaux, yayasan yang membantu rumah sakit anak-anak dan remaja di Prancis.
Brigitte juga mendukung kampanye melawan bullying di sekolah dan aktif mempromosikan literasi. Salah satu kontribusinya yang paling menonjol adalah keterlibatannya dalam inisiatif reformasi pendidikan, sesuai dengan latar belakangnya sebagai guru.
Gaya Brigitte yang chic, dengan busana rancangan Louis Vuitton, sering disorot media sebagai bukti bahwa usia bukan penghalang untuk tampil elegan. Dia melawan stereotip perempuan lansia, sekaligus menjadi simbol kekuatan feminin di panggung politik.
Meski terus menerus menjadi target kritik karena perbedaan usia dengan suaminya, Brigitte tetap tenang dan tidak mencari pembelaan. Dalam sebuah wawancara dengan Elle pada 2017, dia berkata, “Satu-satunya kekurangan Emmanuel adalah usianya yang lebih muda dari saya.”
Brigitte sudah memiliki tiga anak dari pernikahan pertamanya: Sébastien, Laurence, dan Tiphaine, yang seluruhnya telah sukses secara profesional—dari insinyur, dokter, hingga pengacara. Emmanuel Macron sendiri disebut memiliki hubungan harmonis dengan anak-anak tiri dan cucu-cucu Brigitte.
Mereka tinggal di Istana Élysée, namun kerap menghabiskan waktu di kediaman pribadi mereka di Le Touquet, wilayah pesisir utara Prancis.
Ketika Emmanuel Macron terpilih kembali sebagai Presiden Prancis pada 2022, banyak yang mencatat momen saat dia menggandeng tangan Brigitte dan menciuminya di hadapan massa. Sebuah pemandangan yang mengingatkan dunia bahwa cinta, bila tulus dan saling menghormati, mampu menembus batas usia, kritik, dan politik.
Brigitte Macron tidak hanya mendampingi presiden. Dia mendampingi zaman yang berubah, di mana perempuan tidak lagi diukur dari usianya, tetapi dari kontribusinya.
(mas)
Lihat Juga :