Profil Brigitte: Ibu Negara Prancis yang Tampar Presiden Macron, Dikenal Sangat Protektif
Selasa, 27 Mei 2025 - 08:43 WIB
loading...
A
A
A
Brigitte menyelesaikan pendidikan di Université de Paris Nanterre dengan spesialisasi di bidang sastra. Dia kemudian mengabdikan diri sebagai guru bahasa Prancis dan Latin, termasuk di Lycée la Providence di Amiens—tempat kisah hidupnya berubah secara drastis.
Di sekolah Katolik swasta tersebut, yang setara dengan sekolah menengah pertama (SMP), Brigitte yang berusia 39 tahun bertemu dengan murid bernama Emmanuel Macron—seorang remaja cerdas berusia 15 tahun yang kemudian menjadi suaminya dan juga menjadi Presiden Prancis.
Hubungan mereka yang terpaut usia 24 tahun sempat ditentang keras oleh keluarga Macron. Bahkan, orang tua Macron mengirim Emmanuel ke Paris agar terpisah dari Brigitte.
Sikap orang tua Macron wajar karena Brigitte saat itu telah menikah atau berstatus sebagai istri orang.
Namun, seperti kisah fiksi William Shakespeare, cinta Macron dan Brigitte tetap bertahan.
Brigitte akhirnya bercerai dari suami pertamanya, bankir André-Louis Auzière, pada tahun 2006. Dia kemudian menikah dengan Emmanuel Macron pada 20 Oktober 2007 di Le Touquet.
Pernikahan mereka yang tidak konvensional langsung menarik perhatian media dunia saat Macron mencalonkan diri sebagai Presiden Prancis pada 2017—dan menang.
Jurnalis Anne Fulda dalam buku biografi "Emmanuel Macron: A Perfect Young Man" menggambarkan Brigitte sebagai sosok yang sangat protektif. Dia sangat menjaga Macron dari tekanan politik dan sosial.
"Brigitte melindunginya dari kelelahan, dari orang-orang yang dianggapnya terlalu beracun," tulis Fulda.
Dalam buku "Madame la Présidente" karangan Ava Djamshidi dan Nathalie Schuck, Brigitte digambarkan sebagai seseorang yang tidak ragu memberi masukan tajam pada suaminya, termasuk mengkritik pidato atau kebijakan yang dirasa kurang tepat.
Di sekolah Katolik swasta tersebut, yang setara dengan sekolah menengah pertama (SMP), Brigitte yang berusia 39 tahun bertemu dengan murid bernama Emmanuel Macron—seorang remaja cerdas berusia 15 tahun yang kemudian menjadi suaminya dan juga menjadi Presiden Prancis.
Hubungan mereka yang terpaut usia 24 tahun sempat ditentang keras oleh keluarga Macron. Bahkan, orang tua Macron mengirim Emmanuel ke Paris agar terpisah dari Brigitte.
Sikap orang tua Macron wajar karena Brigitte saat itu telah menikah atau berstatus sebagai istri orang.
Namun, seperti kisah fiksi William Shakespeare, cinta Macron dan Brigitte tetap bertahan.
Brigitte akhirnya bercerai dari suami pertamanya, bankir André-Louis Auzière, pada tahun 2006. Dia kemudian menikah dengan Emmanuel Macron pada 20 Oktober 2007 di Le Touquet.
Pernikahan mereka yang tidak konvensional langsung menarik perhatian media dunia saat Macron mencalonkan diri sebagai Presiden Prancis pada 2017—dan menang.
Brigitte, Sosok Sangat Protektif
Jurnalis Anne Fulda dalam buku biografi "Emmanuel Macron: A Perfect Young Man" menggambarkan Brigitte sebagai sosok yang sangat protektif. Dia sangat menjaga Macron dari tekanan politik dan sosial.
"Brigitte melindunginya dari kelelahan, dari orang-orang yang dianggapnya terlalu beracun," tulis Fulda.
Dalam buku "Madame la Présidente" karangan Ava Djamshidi dan Nathalie Schuck, Brigitte digambarkan sebagai seseorang yang tidak ragu memberi masukan tajam pada suaminya, termasuk mengkritik pidato atau kebijakan yang dirasa kurang tepat.
Lihat Juga :