Pengkhianatan di Langley, Siapa Agen Ganda Paling Terkenal di AS?

Minggu, 25 Mei 2025 - 20:05 WIB
loading...
Pengkhianatan di Langley,...
Aldrich Ames dikenal sebagai agen ganda paling terkenal di AS. Foto/NDTV
A A A
WASHINGTON - Selama hampir satu dekade, bencana intelijen terburuk Amerika terjadi di lorong-lorongnya tanpa terlihat jelas.

Itu dimulai dengan keheningan.

Satu per satu, aset CIA jauh di dalam Uni Soviet lenyap. Beberapa menghilang tanpa jejak. Yang lainnya ditemukan tewas. Di balik pintu tertutup di Washington, kepanikan melanda. Selama bertahun-tahun, tak seorang pun dapat memahami mengapa rahasia-rahasia terdekat Amerika terbongkar seperti gulungan benang yang ditarik dalam kegelapan.

Ribuan kilometer jauhnya, Oleg Gordievsky, seorang kolonel Rusia yang diam-diam bekerja untuk MI6 Inggris, duduk sendirian di sebuah rumah persembunyian, masih mencoba memahami bagaimana KGB hampir menangkapnya. "Selama hampir sembilan tahun saya telah menebak," katanya kemudian, "siapakah orang yang mengkhianati saya?"

Pengkhianatan di Langley, Siapa Agen Ganda Paling Terkenal di AS?

1. Jawabannya: Aldrich Ames

Jawabannya datang pada tanggal 28 April 1994, ketika seorang veteran CIA berkacamata bernama Aldrich Ames berdiri di ruang sidang AS dan mengaku sebagai mata-mata. Orang yang, selama sembilan tahun, menjual rahasia kepada Soviet, bukan untuk ideologi, tetapi untuk uang, dan meninggalkan jejak pengkhianatan di belakangnya.

Kejatuhan Ames dari kejayaannya dimulai bukan dengan bisikan ketidakpuasan terhadap AS, tetapi dengan tanda kapur di kotak surat. Sinyal itu, sebuah dead drop, adalah serah terima intelijen rahasia tingkat tinggi lainnya kepada KGB.

Baca Juga: Trump Ungkap Alasan Pelarangan Mahasiswa Asing di Harvard

2. Menjual Dokumen AS yang Dibungkus Plastik

Melansir NDTV, selama bertahun-tahun, Ames menyerahkan dokumen CIA yang dibungkus plastik yang merinci segala hal mulai dari teknologi pengawasan hingga nama aset Amerika di Uni Soviet. Tindakan ini secara sistematis membongkar hampir setiap jaringan mata-mata AS yang beroperasi di Uni Soviet.

"Saya merasakan tekanan finansial yang besar," Ames kemudian mengakui. "Kalau dipikir-pikir, saya jelas bereaksi berlebihan." Namun, reaksi berlebihan itu tidak cukup untuk menutupi skala pengkhianatannya.

3. Bukan Bintang yang Naik Daun

Ames bukanlah bintang yang sedang naik daun. Ia menjalani tugas-tugas awalnya dengan canggung, berjuang melawan alkohol seperti ayahnya (juga seorang agen CIA) sebelumnya, dan dikenal karena kebiasaan kerja yang buruk. Suatu kali, ia bahkan meninggalkan tas kerja penuh dokumen rahasia di kereta bawah tanah. Namun, entah bagaimana, ia terus naik pangkat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Putin Puji Trump: Pemimpin...
Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi
Rekomendasi
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Berita Terkini
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved