Pengkhianatan di Langley, Siapa Agen Ganda Paling Terkenal di AS?
Minggu, 25 Mei 2025 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
Sementara CIA mencari mata-mata di dalam sana, Aldrich Ames membeli sebuah Jaguar, membayar biaya sedot lemak istrinya secara tunai, dan pindah ke rumah seharga USD540.000 di Arlington. Semua itu dengan gaji pemerintah sebesar USD60.000.
Jabatannya berarti ia dapat bertemu dengan para agen Rusia tanpa menimbulkan kecurigaan. Kejatuhannya bukan karena terobosan kontraintelijen yang brilian, tetapi dari pengawasan kuno terhadap kebiasaan belanjanya.
Ames bersikap kooperatif, dengan menawarkan pengakuan penuh sebagai ganti hukuman yang lebih ringan bagi Rosario, yang telah menjalani hukuman selama lima tahun. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Hukuman yang saat ini ia jalani di penjara federal di Terre Haute, Indiana.
Kasusnya mengguncang CIA hingga ke akar-akarnya, seperti halnya pengungkapan Kim Philby yang mengguncang intelijen Inggris beberapa dekade sebelumnya.
"Ia menyesal telah tertangkap. Ia tidak menyesal menjadi mata-mata," kata Leslie Wiser dari FBI tentang Aldrich Ames.
Jabatannya berarti ia dapat bertemu dengan para agen Rusia tanpa menimbulkan kecurigaan. Kejatuhannya bukan karena terobosan kontraintelijen yang brilian, tetapi dari pengawasan kuno terhadap kebiasaan belanjanya.
6. Tidak Pernah Menyesal Jadi Agen Ganda
Pada awal 1990-an, CIA dan FBI mulai curiga. Sebuah satuan tugas gabungan akhirnya berhasil menemukan Ames. Pada 21 Februari 1994, setelah operasi pengawasan yang panjang, Aldrich dan Rosario Ames ditangkap di luar rumah mereka di Arlington, Virginia.Ames bersikap kooperatif, dengan menawarkan pengakuan penuh sebagai ganti hukuman yang lebih ringan bagi Rosario, yang telah menjalani hukuman selama lima tahun. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Hukuman yang saat ini ia jalani di penjara federal di Terre Haute, Indiana.
Kasusnya mengguncang CIA hingga ke akar-akarnya, seperti halnya pengungkapan Kim Philby yang mengguncang intelijen Inggris beberapa dekade sebelumnya.
"Ia menyesal telah tertangkap. Ia tidak menyesal menjadi mata-mata," kata Leslie Wiser dari FBI tentang Aldrich Ames.
(ahm)
Lihat Juga :