Inggris, Prancis, Kanada Ancam Israel Jika Tak Berhenti Serang Gaza

Selasa, 20 Mei 2025 - 07:31 WIB
loading...
Inggris, Prancis, Kanada...
Inggris, Prancis, dan Kanada ancam bertindak jika Israel tidak menghentikan serangan barunya di Jalur Gaza, Palestina. Foto/Anadolu
A A A
GAZA - Para pemimpin Inggris, Prancis, dan Kanada telah mengancam mengambil tindakan terhadap Israel jika militer Zionis tidak menghentikan serangan barunya di Jalur Gaza, Palestina.

Mereka juga menekan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk mencabut pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah yang dihancurkan militer Zionis tersebut.

Intervensi negara-negara NATO itu muncul setelah militer Israel mengumumkan dimulainya operasi baru pada hari Jumat, di mana Netanyahu mengatakan sebelumnya pada hari Senin bahwa Israel akan menguasai seluruh Gaza.

Para pakar internasional telah memperingatkan tentang kemungkinan terjadinya kelaparan di wilayah kantong Palestina tersebut.

Baca Juga: Ingin Kuasai Gaza, Militer Israel Akan Hancurkan Semua yang Tersisa

"Penolakan Pemerintah Israel atas bantuan kemanusiaan penting bagi penduduk sipil tidak dapat diterima dan berisiko melanggar Hukum Kemanusiaan Internasional," bunyi pernyataan bersama tiga pemimpin tersebut, yang dirilis oleh Pemerintah Inggris.

"Kami menentang segala upaya untuk memperluas permukiman di Tepi Barat. Kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan lebih lanjut, termasuk sanksi yang ditargetkan," lanjut pernyataan mereka, yang dilansir Reuters, Selasa (20/5/2025).

Israel telah memblokir masuknya pasokan medis, makanan, dan bahan bakar ke Gaza sejak awal Maret untuk mencoba menekan Hamas agar membebaskan para sandera yang ditawan sejak serangan terhadap Israel 7 Oktober 2023.

"Kami selalu mendukung hak Israel untuk membela warga Israel dari terorisme. Namun, eskalasi ini sama sekali tidak proporsional," kata ketiga pemimpin Barat tersebut dalam pernyataan bersama, seraya menambahkan bahwa mereka tidak akan tinggal diam sementara pemerintah Netanyahu melakukan "tindakan mengerikan ini."

Mereka juga menyatakan dukungannya terhadap upaya yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir untuk gencatan senjata segera di Gaza, dan mengatakan mereka berkomitmen untuk mengakui Negara Palestina sebagai kontribusi untuk mencapai solusi dua negara.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengatakan sedikit makanan yang masuk ke Jalur Gaza tidak akan sampai ke Hamas. Israel, kata dia, juga akan menghancurkan semua yang tersisa di Gaza.

Dia menggambarkan wilayah itu sebagai "satu kota teror besar". Menurutnya, warga sipil Gaza akan dipindahkan dari zona pertempuran ke negara ketiga.

"Yang paling sedikit akan sampai ke penduduk—hanya agar dunia tidak menghentikan kami dan menuduh kami melakukan kejahatan perang," katanya.

"Yang akan masuk dalam beberapa hari mendatang sangat sedikit: beberapa toko roti yang mendistribusikan roti pita kepada orang-orang, dan dapur umum yang menyediakan satu porsi makanan matang setiap hari," paparnya.

Warga sipil, katanya, akan menerima satu pita dan sepiring makanan. "Itu saja," ujarnya.

Sementara itu, PM Netanyahu mengatakan militer Israel akan menguasai seluruh Gaza.

"Kami terlibat dalam pertempuran besar-besaran—intens dan substansial—dan ada kemajuan. Kami akan menguasai semua wilayah di Jalur Gaza, itulah yang akan kami lakukan," katanya dalam video tersebut, dilansir BBC.

Menanggapi kritik terhadap blokade tersebut, Netanyahu mengatakan bahwa Israel perlu mencegah kelaparan sejak dimulainya perang di Gaza, baik dari sudut pandang praktis maupun diplomatik.

"Sederhananya, pihak lain tidak akan mendukung kami; kami tidak akan dapat menyelesaikan misi kemenangan," katanya.

"Oleh karena itu, kami memutuskan untuk memberikan bantuan kemanusiaan minimal selama perang. Kami maju dengan pendekatan ini, dan tentu saja, kami menemukan bahwa Hamas menjarah sebagian bantuan ini. Jadi kami menghentikan bantuan kemanusiaan," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Berita Terkini
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Pesawat Jatuh di Prancis,...
Pesawat Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Infografis
Jet Tempur Siluman F-35...
Jet Tempur Siluman F-35 Israel Tak Efektif saat Serang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved