Kubu Garis Keras Pro-Modi: Gencatan Senjata Gagalkan India Menang Perang atas Pakistan

Minggu, 11 Mei 2025 - 14:19 WIB
loading...
A A A
Sekadar diketahui, India telah menyerang situs-situs di Pakistan yang dianggap sebagai fasilitas teror pada Rabu lalu. Bagi masyarakat India, serangan itu sebagai keseriusan pemerintah Perdana Menteri (PM) Narendra Modi dalam menanggapi pembantaian 26 turis Hindu oleh kelompok bersenjata di Pahalgam pada 22 April.

Pakistan kemudian balas menyerang wilayah India. Kedua negara pada akhirnya sepakat gencatan senjata pada Sabtu kemarin.

Analis urusan luar negeri India, Brahma Chellaney, bertanya-tanya di X: "Apakah ini berarti bahwa Perdana Menteri Modi telah memutuskan untuk tidak membawa 'Operasi Sindoor' ke kesimpulan logisnya dengan mengakhiri, sekali dan untuk selamanya, strategi empat dekade jenderal militer Pakistan untuk melancarkan 'perang seribu luka' terhadap India melalui proksi teroris?"

Dalam posting terperinci yang dikeluarkan tak lama kemudian, dia menulis: "Merebut kekalahan dari rahang kemenangan telah lama menjadi tradisi politik India," memberikan contoh-contoh kesalahan India dengan cara yang sama terhadap China dan Pakistan selama beberapa dekade.

Chellaney mengatakan bahwa India menyetujui gencatan senjata dengan Pakistan pada tahun 1948 ketika Angkatan Darat India sedang bergerak menuju kemenangan. "Sekali lagi, pada tahun 1972, di Shimla, India menyerahkan keuntungan perang tahun 1971 di meja perundingan tanpa mendapatkan imbalan apa pun dari Pakistan," imbuh dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved