Kubu Garis Keras Pro-Modi: Gencatan Senjata Gagalkan India Menang Perang atas Pakistan

Minggu, 11 Mei 2025 - 14:19 WIB
loading...
Kubu Garis Keras Pro-Modi:...
Rakyat Pakistan rayakan gencatan senjata dengan India. Sebaliknya, kubu garis keras di India kecewa dengan kesepakatan gencatan senjata. Foto/Geo TV
A A A
NEW DELHI - Kubu garis keras di India kecewa dengan kesepakatan gencatan senjata antara India dan Pakistan, yang tercipta karena intervensi Amerika Serikat (AS). Bagi mereka, kesepakatan yang mulai berlaku Sabtu malam itu telah menggagalkan kemenangan perang New Delhi atas Islamabad.

True Indology, akun media sosial kelompok garis keras atau sayap kanan India dengan lebih dari 330.000 pengikut, menyalahkan AS karena diduga tidak memberikan kemenangan yang layak bagi India.

"Kemenangan yang sangat pantas bagi Angkatan Darat India telah dinetralisir oleh politik murahan AS. Pada akhirnya, Pakistan akan tetap ada. Hanya masalah waktu sebelum Pakistan melancarkan serangan teror ke India. Ini sangat mengecewakan karena semua pengorbanan kita tidak membuahkan hasil apa pun sekali lagi," tulis kelompok tersebut, seperti dikutip Times of India, Minggu (11/5/2025).

Baca Juga: Ledakan Menggelegar Beberapa Jam setelah India dan Pakistan Sepakat Gencatan Senjata

"Tidak ada satu inci pun tanah yang diduduki secara ilegal oleh Pakistan telah diperoleh. Belati untuk menusuk punggung India telah dilindungi sekali lagi," lanjut kelompok garis keras tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Mengapa Amerika Tak...
Mengapa Amerika Tak Pernah Mengusik Nuklir Pakistan? Ini Alasan Sebenarnya
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mengapa Arab Saudi dan...
Mengapa Arab Saudi dan Kuwait Mulai Melirik Pakistan? Ketergantungan pada AS Tak Lagi Mutlak
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Terungkap! AS Beri Syarat...
Terungkap! AS Beri Syarat Saudi Berdamai dengan Israel untuk Lanjutkan Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
PRIMARIA FEST Sukabumi...
PRIMARIA FEST Sukabumi 2026 Satukan Ribuan Penikmat Indonesian Bounce Music
Perkuat Ekonomi Desa,...
Perkuat Ekonomi Desa, Banten Jadi Proyek Percontohan Kedaulatan Pangan dan Energi
Purbaya Sebut Penyaluran...
Purbaya Sebut Penyaluran Bansos lewat Kopdes Arahan Langsung Prabowo
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
Infografis
Perang Membara, Pakistan...
Perang Membara, Pakistan Tembak Jatuh 5 Jet Tempur India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved