Siapa Asif Ali Zardari? Presiden Pakistan Saat Perang Melawan India
Jum'at, 09 Mei 2025 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Kematian Benazir Bhutto dan Kenaikan ke Puncak Kekuasaan
Pada 27 Desember 2007, Benazir Bhutto dibunuh dalam serangan bunuh diri di Rawalpindi setelah kembali dari pengasingan.
Kematian ini menciptakan kekosongan kepemimpinan dalam PPP. Dalam keputusan yang mengejutkan, Asif Ali Zardari mengambil alih kendali partai bersama putranya, Bilawal Bhutto Zardari.
Bilawal dinyatakan sebagai Ketua PPP, tetapi karena masih sangat muda, Zardari secara de facto menjadi pengendali utama partai.
Kematiannya membawa gelombang simpati yang besar untuk PPP dalam pemilu legislatif 2008. PPP menang dan membentuk pemerintahan koalisi.
Presiden saat itu, Pervez Musharraf, semakin kehilangan kekuasaan, dan pada akhirnya mengundurkan diri pada Agustus 2008. Pada September 2008, Asif Ali Zardari terpilih sebagai Presiden Pakistan.
Presiden Pakistan (2008–2013)
Sebagai Presiden ke-11 Pakistan, Zardari mengambil alih posisi pada saat negara berada dalam krisis yang mendalam: perang melawan teror, ketegangan sipil, krisis ekonomi, serta hubungan yang retak dengan militer dan yudikatif.
Beberapa pencapaian dan tantangan penting selama masa kepemimpinannya meliputi:
1. Amandemen ke-18 Konstitusi
Pada 2010, Zardari menyetujui amandemen konstitusi yang mengurangi kekuasaan presiden dan mengembalikannya kepada parlemen dan perdana menteri.
Ini dipandang sebagai langkah positif dalam memperkuat demokrasi parlementer di Pakistan, karena sebelumnya presiden memiliki kekuasaan yang luas untuk membubarkan parlemen.
2. Hubungan Sipil-Militer
Zardari berusaha menjaga keseimbangan dengan militer Pakistan, tetapi sering mengalami ketegangan.
Dalam sejarah Pakistan, militer memiliki pengaruh besar atas politik domestik dan kebijakan luar negeri, terutama dalam isu keamanan dan hubungan dengan India dan Afghanistan.
Zardari berusaha membangun supremasi sipil, tetapi kerap dibayangi oleh intervensi militer dalam pengambilan keputusan strategis.
3. Hubungan Luar Negeri
Zardari mencoba meningkatkan hubungan dengan negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, dengan memberikan kerja sama dalam perang melawan terorisme.
Namun, hubungan ini mengalami guncangan besar, terutama setelah serangan pasukan AS yang menewaskan Osama bin Laden di Abbottabad tahun 2011.
Operasi itu dilakukan tanpa pemberitahuan kepada otoritas Pakistan, yang dianggap merendahkan kedaulatan negara.
4. Ekonomi dan Bencana Alam
Zardari memimpin Pakistan di tengah krisis ekonomi dan inflasi yang tinggi. Pemerintahannya menghadapi banyak kritik karena tidak mampu mengendalikan beban ekonomi rakyat.
Selain itu, Pakistan mengalami bencana banjir besar tahun 2010, yang menenggelamkan sekitar sepertiga negara dan membuat jutaan orang mengungsi.
Penanganan pemerintah dianggap lambat dan tidak efektif.
Kontroversi dan Kritik
Sepanjang kariernya, Zardari terus dikepung kontroversi, terutama terkait tuduhan korupsi. Meskipun tidak pernah divonis secara hukum, banyak pihak menganggap ia menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya.
Beberapa skandal besar yang mencoreng reputasinya: Tuduhan pencucian uang melalui rekening bank di Swiss. Kepemilikan properti mewah di luar negeri (termasuk real estate di Prancis dan Inggris). Keterlibatan dalam penunjukan pejabat tinggi berdasarkan kesetiaan politik, bukan kompetensi.
Lihat Juga :